KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Paser terus berjalan selama 2025.
Hingga Februari 2026, tercatat sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tambahan telah rampung dibangun, dan kini hanya tinggal menunggu penunjukan pengelola resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mulai beroperasi.
Dalam rapat kerja bersama DPRD Paser pekan ini, Sekretaris Satgas MBG Paser Budy Hartika Eka Putra mengungkapkan, saat ini baru terdapat tiga SPPG yang telah beroperasi secara penuh. Ketiganya berlokasi di wilayah Kecamatan Tanah Grogot.
"Saat ini tiga SPPG yang berjalan mampu melayani sekitar 5.800 penerima manfaat setiap harinya," ujar Budy, yang juga menjabat sebagai plt kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser.
Program MBG di Paser tidak hanya ditujukan bagi siswa sekolah, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya, guna menekan angka stunting di daerah. Target penerima mencakup pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Mengenai infrastruktur di wilayah lain, Budy menjelaskan, pemerintah tengah menggenjot pembangunan di daerah pelosok.
Dari total 88 unit SPPG terpencil yang direncanakan, sebanyak 54 persen masih dalam tahap konstruksi, sementara 9 unit lainnya telah selesai 100 persen dan siap operasional.
Selain fokus pada kesehatan, program itu kata Budy diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Paser.
Dengan standar menu gizi seimbang, kebutuhan bahan baku seperti beras, sayuran, telur, dan daging akan diprioritaskan bersumber dari petani dan peternak lokal.
"Hadirnya program ini memberikan kepastian pasar bagi hasil pangan masyarakat. Kami ingin rantai pasoknya tetap berada di daerah agar ekonomi warga ikut terangkat," tambah Budy. (*)
Editor : Dwi Restu A