Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Paser Perkuat Kemandirian Pangan, Targetkan Jadi Motor Penggerak di Kalimantan Timur

Muhammad Najib • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:33 WIB

 

KESIAPAN: Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari membuka High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Sadurengas, Kamis (12/03/2026).
KESIAPAN: Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari membuka High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Sadurengas, Kamis (12/03/2026).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten Paser terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Langkah strategis ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Sadurengas, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, S.Sos, ini difokuskan pada penguatan koordinasi ketersediaan pangan dan kesiapan infrastruktur dasar menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam arahannya, Wabup Ikhwan menekankan bahwa Paser kini bukan lagi sekadar penonton dalam peta pangan regional. Melalui program "Paser BERAKSI", produksi telur ayam ras di Kabupaten Paser melonjak drastis sebesar 96 persen dibanding 2024, mencapai 2.328 ton.

"Capaian ini membuat Paser resmi menyandang status swasembada telur. Selain itu, kita juga mencatat surplus beras pada tahun 2025 sebesar 12.584 ton. Kita bahkan siap menyuplai kebutuhan Kota Balikpapan melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD)," tegas Wabup.

Data terbaru menunjukkan stok pangan di Paser berada pada posisi aman, Beras tersedia 1.500 ton medium, 30 ton premium, serta 6.000 ton gabah kering. Sementara Minyak Goreng tersedia 5.000 liter (ditambah 80.000 liter dalam perjalanan), Gula tersedia 14 ton gula dan 3.500 kg daging sapi beku.

Keberhasilan di sektor pangan ini sejalan dengan upaya transformasi ekonomi Kabupaten Paser. Berdasarkan data BPS terbaru, ketergantungan pada sektor tambang mulai menurun hingga ke angka 54 persen.

Pertumbuhan ekonomi kini mulai didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan. Pertumbuhan ekonomi Paser tercatat stabil di angka 3,61 persen dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,13 persen.

Wabup Ikhwan juga menyoroti investasi strategis Bulog yang membangun fasilitas Dryer dan Rice Milling Unit (RMU) untuk memberikan nilai tambah bagi petani lokal.

Menghadapi siklus mudik dan kenaikan mobilitas, Wabup Ikhwan memberikan instruksi spesifik kepada seluruh stakeholder. Untuk energi, SPBU di jalur lintas Kaltim-Kalsel diminta beroperasi 24 jam. Penyaluran LPG diperketat agar tepat sasaran ke pangkalan resmi.

Di bidang kesehatan dan keamanan, Dinas Kesehatan diminta menyiagakan tenaga medis di setiap Puskesmas serta berkoordinasi dengan BNK untuk melakukan skrining narkoba bagi sopir angkutan.

Sementara untuk infrastruktur, Dinas PUTR dan Dinas Perhubungan diinstruksikan memastikan kondisi jalan dan rambu lalu lintas aman bagi pemudik.

Ikhwan menyebut program bantuan pangan akan menyasar 22.913 penerima dengan total 458.280 kg beras dan 91.652 liter minyak goreng.

Terkait harga daging sapi, Wabup meminta Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk melakukan langkah antisipasi agar harga di tingkat peternak dan pasar tetap stabil, guna mencegah spekulasi harga menjelang hari raya.

"Koordinasi hari ini adalah kunci agar masyarakat merasa tenang dan nyaman saat menyambut hari raya nanti," tutup Wabup Ikhwan. (adv/jib)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#paser #Ketergantungan #Ikhwan Antasari #pemerintah kabupaten #luar daerah #ketahanan pangan