KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus mendapat dukungan penuh dari lembaga legislatif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser secara konsisten mengawal pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP) untuk memastikan masyarakat lokal mampu bersaing di era transformasi daerah.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara Sekretaris DPRD Paser M Iskandar Zulkarnain dengan Tim Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman (Unmul) yang dipimpin Prof Dr Azainil, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: RAT XXXIII TKBM Paser: Fokus Sertifikasi SDM dan Transformasi Digital Pelabuhan
Salah satu langkah konkret yang menjadi prioritas DPRD Paser adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini dirancang agar tidak ada lagi guru PAUD di Kabupaten Paser yang tidak memiliki kualifikasi akademik strata satu (S1).
Zulkarnain menjelaskan bahwa DPRD telah menyetujui anggaran program ini sejak APBD Perubahan 2024. Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan sukses dengan rincian: angkatan pertama sebanyak 126 guru dan angkatan kedua sejumlah 111 guru.
"Pada rapat paripurna 31 Maret 2026 lalu, DPRD merekomendasikan pembukaan angkatan ketiga yang anggarannya akan dialokasikan pada APBD Perubahan 2026. Target kami jelas, seluruh guru PAUD di Paser wajib berijazah S1 PAUD," kata Zulkarnain.
Tak hanya guru, perhatian DPRD juga menyasar tenaga kependidikan sekolah. Mengingat adanya kendala penurunan kelas jabatan bagi bendahara sekolah yang belum sarjana, DPRD menginisiasi program RPL Akuntansi dan Manajemen yang akan dimulai pada tahun anggaran ini.
Baca Juga: Antisipasi Defisit Fiskal 2027, Pansus II DPRD Paser Matangkan Raperda Proyek Tahun Jamak
Selain fokus pada SDM, DPRD tetap memberikan dukungan masif pada aspek fisik, seperti pembangunan dan renovasi ruang kelas yang layak, dan pemenuhan sarana sanitasi (WC) sekolah sesuai standar kesehatan.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Universitas Mulawarman. Prof Dr Azainil menilai apa yang dilakukan DPRD Paser adalah bentuk nyata pemenuhan standar pendidikan nasional yang diharapkan pemerintah pusat.
Prof Azainil mendorong agar Paser segera memiliki universitas mandiri dengan program studi yang variatif. Mengingat posisi strategis Paser sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan SDM warga lokal adalah harga mati.
"Warga asli jangan sampai terpinggirkan. Kami dari Unmul mendukung penuh hadirnya kampus besar di Paser. Paser memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi kota pendidikan bagi wilayah penyangga IKN," pungkas Azainil. (*)
Editor : Duito Susanto