KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dalam rangka memajukan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi di daerah, Pemkab Paser berencana melakukan kerja sama lanjutan dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.
Setelah sebelumnya pemerintah daerah memberikan Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang tidak hanya menanggung biaya pendidikan hingga selesai saja, tapi juga kebutuhan penunjang lainnya kepada 30 putra-putri asal Paser. Kini Pemkab Paser berencana membuat kerja sama strategis lainnya.
Bupati Paser dr Fahmi Fadli didampingi jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Paser dalam kunjungannya ke Politeknik Pariwisata NHI Bandung menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan dilakukan dalam rangka memajukan sektor pariwisata di daerah, salah satunya melalui investasi pada dunia pendidikan.
Baca Juga: Wujudkan Standar Nasional Pendidikan, DPRD Paser Pacu Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan
“Kami mewacanakan pendirian Kampus Akademi Pariwisata (AKPAR) di Kabupaten Paser, sebagai upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pariwisata,” kata Fahmi, Sabtu (18/4/2026).
Tak hanya itu, Pemkab Paser juga mendorong pengembangan sport tourism melalui berbagai event olahraga, sekaligus mendukung kesiapan daerah sebagai tuan rumah Porprov VIII Kalimantan Timur. Kesiapan tersebut mencakup assessment dan standarisasi layanan catering serta akomodasi guna memberikan pelayanan terbaik bagi peserta dan tamu.
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, pemerintah daerah juga merancang integrasi layanan rumah sakit dan hotel sebagai medical support hospitality. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Di sisi lain, penguatan identitas daerah dilakukan melalui penyusunan buku kuliner khas Kabupaten Paser, yang juga dapat menjadi strategi promosi berbasis kekayaan lokal. Selain itu, pengembangan destinasi juga terus didorong, salah satunya melalui kerja sama pengelolaan Sultan Hill sebagai kawasan sport tourism berbasis paralayang.
Baca Juga: RDP Memanas, DPRD Paser Beri Deadline 10 Hari ke BPN Soal Lahan Jembatan Seniur II
“Kita juga berencana mengembangkan konsep educational trip berbasis agrowisata pada kecamatan penghasil buah. Serta mengembangkan produk unggulan daerah berbasis olahan kepiting melalui pelatihan, standarisasi dan pendampingan UMKM,” kata Fahmi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah juga mengoptimalkan Program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dengan rencana penambahan kuota pada tahun 2026, khususnya untuk program studi pengelolaan perhotelan dan pengelolaan usaha rekreasi.
Di akhir kegiatan, bupati Paser menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Pariwisata NHI Bandung atas kontribusinya dalam mendidik putra-putri daerah. Ia berharap para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Paser.
“Kami juga berharap agar jajaran Politeknik Pariwisata NHI Bandung dapat berkunjung ke Paser. Kami menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi kunjungan tersebut, sebagai bagian dari penguatan kerja sama yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser Kurniawan mengatakan tujuan dibuat program beasiswa ini adalah agar pariwisata di Paser bisa lebih maju.
Menurutnya emerintah tidak bisa memajukan pariwisata sendiri, bahkan harus masyarakat sendiri yang memajukannya. Pemerintah hanya sebagai pendukung.
"Pelaku wisatanya adalah masyarakat di wilayah itu sendiri. Hal itu yang terjadi di daerah wisata di Indonesia," katanya.
Jika nantinya para pemuda yang lulus pendidikan beasiswa ini bisa memajukan wisatanya masing-masing, maka ini akan berdampak dengan pendapatan dan kemajuan daerah. (*)
Editor : Duito Susanto