Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Progres Jembatan Busui Sudah 30 Persen, Target Rampung Desember 2026  

Muhammad Najib • Kamis, 7 Mei 2026 | 12:23 WIB
Pembangunan Jembatan Busui terus dikebut oleh BBPJN Kaltim. (IST)

 
Pembangunan Jembatan Busui terus dikebut oleh BBPJN Kaltim. (IST)  

 

TANAH GROGOT – Pembangunan Jembatan Busui di ruas Kuaro-Batu Aji Desa Busui Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser terus dikebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Muhammad Idris Djafar, melaporkan bahwa progres produksi komponen utama jembatan kini telah mencapai angka signifikan.

Pada Senin (27/4/2026) lalu, tim gabungan yang terdiri dari PPK 1.2, Konsultan Supervisi, dan Kontraktor Pelaksana melakukan kunjungan kerja ke Pabrikasi PCI Girder IKN Sepaku. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan Visit Proses Produksi PCI Girder dengan spesifikasi tinggi 2,1 meter dan panjang 42 meter yang akan digunakan pada Jembatan Busui.

"Saat ini, produksi sudah diselesaikan lima bentang girder dari total enam bentang yang dibutuhkan. Bobot produksi girder PCI sendiri sudah mencapai 85 persen," kata Idris Djafar, Kamis (7/5/2026). Sementara untuk progres keseluruhan mencapai 30 persen.

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan serangkaian pengecekan teknis berupa pemeriksaan pembesian segmen 1 hingga segmen 5, verifikasi dimensi panjang girder, dan pengecekan koordinat tendon pada seluruh segmen.

Baca Juga: Halal Bihalal Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Pembangunan Mahulu

Setelah inspeksi tersebut, proses dilanjutkan dengan pemasangan bakesting (cetakan), penguatan kelurusan, hingga pengecoran menggunakan beton mutu tinggi fc'50 MPa. Untuk memastikan kepadatan beton, pihak pelaksana menerapkan slump test 65±2cm serta penggunaan vibrator eksternal dan internal.

"Kunjungan ini sangat penting untuk memantau progres sekaligus memastikan kualitas mutu produksi tetap terjaga sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan," kata Idris.

Proyek Penggantian Jembatan Busui ini merupakan langkah vital mengingat jembatan lama telah ambruk sejak Januari 2025 akibat kecelakaan truk semen. Selama setahun terakhir, akses mobilisasi masyarakat hanya bergantung pada jembatan darurat.

Proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 17.807.138.000 melalui metode pengadaan E-Katalog. Dengan masa kerja 300 hari (18 Februari – 14 Desember 2026), jembatan baru ini nantinya akan memiliki bentang sepanjang 42 meter dan lebar 10,80 meter, ditopang oleh pondasi Bore Pile dan struktur bangunan atas Girder PCI.

Idris menambahkan bahwa pengerjaan struktur fisik utama di lapangan sengaja dijadwalkan setelah hari raya guna memprioritaskan kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas masyarakat. BBPJN menargetkan seluruh proses konstruksi selesai tepat waktu pada 14 Desember 2026 mendatang. (*)

Editor : Sukri Sikki
#jembatan busui #Kabupaten Paser #BBPJN Kaltim