KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Desa Wisata Klempang Sari di Paser berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus posisi tiga besar dalam ajang penilaian Desa Wisata tingkat Kaltim 2026. Desa yang mengandalkan pesona ekowisata mangrove ini menyisihkan sembilan desa wisata finalis lainnya.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan resmi dari Pemprov Kaltim melalui Dinas Pariwisata Kaltim Nomor 500.13/362/DISPAR-IV/2026 yang diterbitkan di Samarinda pada 26 Mei 2026 lalu.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser Khairuddin membenarkan pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa setelah masuk tiga besar, desa ini akan segera menghadapi tahapan penilaian berikutnya.
"Desa Wisata Klempang Sari masuk tiga besar dan akan divisitasi lagi oleh tim juri," ujar Khairuddin, Jumat (5/6/2026).
Masuknya Desa Wisata Klempang Sari ke jajaran tiga besar menjadi pencapaian penting bagi sektor pariwisata Paser. Selain menjadi destinasi wisata alam unggulan, kawasan mangrove di desa tersebut juga berfungsi sebagai area konservasi pesisir yang memberikan manfaat ekologis sekaligus dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Tahapan visitasi lapangan oleh tim juri provinsi akan menjadi penentu akhir untuk menetapkan posisi terbaik Desa Wisata Klempang Sari dalam ajang bergengsi tahun ini.
Baca Juga: Gebrakan Kabupaten Paser: Jadi Pelopor Program RPL Tenaga Kependidikan di Indonesia
Wisata yang tersedia di desa ini tidak hanya mangrove, namun ada juga kuliner lokal tiap Sabtu dan Minggu. Serta banyak monyet di area mangrove yang bisa diberi makan dan edukasi untuk anak.
Camat Kuaro Finandar Astaman menyampaikan wisata ini terus ramai sejak adanya inovasi dari pengelola dan masyarakat setempat sejak 2026 ini. Ia berharap desa ini bisa jadi yang terbaik di Kaltim nantinya untuk brand wisata Kaltim.
"Selain wisata, ada juga pusat UMKM di desa ini yang bisa jadi oleh-oleh pengunjung saat datang," kata Finandar. (*)
Editor : Duito Susanto