Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

STIE Widya Praja Segera Buka Dua Prodi Baru, Siapkan Transformasi Besar Jadi Institut

Muhammad Najib • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:59 WIB
NAIK KELAS: Kampus kebanggaan lokal Paser ini akan menambah prodi baru. IST/KP
NAIK KELAS: Kampus kebanggaan lokal Paser ini akan menambah prodi baru. IST/KP

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot secara resmi tengah menyiapkan pembukaan dua program studi (prodi) baru, yaitu Sistem Informasi dan Kewirausahaan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan wajib untuk mengubah bentuk kelembagaan institusi dari sekolah tinggi menjadi institut.

Sekretaris Yayasan Tri Sukses Widya Praja Tanah Grogot, Iskandar Zulkarnain mengonfirmasi bahwa kedua prodi tersebut dipastikan aman dari kebijakan moratorium.

Pihak yayasan telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap daftar pembatasan program studi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkab Paser Gelar 13 Pelatihan Kerja Gratis Bersertifikat BNSP, Lulusan Disiapkan Langsung Masuk Dunia Kerja

"Kami menambah dua program studi baru yaitu Sistem Informasi dan Kewirausahaan. Kami sudah cek, dua prodi ini tidak termasuk yang dimoratorium oleh kementerian," Zulkarnain, Sealsa (0/6/2026).

Zul sapaannya menjelaskan, penambahan prodi ini mutlak dilakukan demi memenuhi regulasi pemerintah. Berdasarkan ketentuan kementerian, sebuah institut diwajibkan memiliki minimal dua fakultas yang menaungi berbagai program studi.

Sementara saat ini, STIE Widya Praja baru memiliki satu jurusan eksisting, yakni Manajemen. Dalam proses pemilihannya, yayasan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta kapasitas finansial yang dimiliki institusi.

Transformasi menjadi institut ini nantinya akan difokuskan untuk memperkuat konsep link and match agar kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Baca Juga: Tak Pernah Minta Maaf ke Keluarga Korban, Pembunuh Penjaga Toko di Balikpapan Dituntut 18 Tahun Penjara

Untuk mempercepat realisasi target tersebut, yayasan telah mengukuhkan tim percepatan perubahan bentuk yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Yayasan serta dibantu oleh jajaran pejabat struktural STIE Widya Praja, dosen, dan tenaga ahli.

Saat ini, tim dilaporkan sedang merampungkan penyusunan dokumen-dokumen krusial seperti kurikulum prodi baru, statuta, dan rencana strategis (renstra) yang mengacu pada standar industri.

Ketika dikonfirmasi mengenai alasan tidak memilih Program Studi Bisnis Digital yang saat ini tengah populer, Zul menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga etika dan sinergi antar-perguruan tinggi lokal.

Prodi tersebut diketahui telah dibuka oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). "Kami ingin berbagi peran. Kurang elok kalau membuka jurusan yang sama, sementara saudara kembar kami UMKT yang dulu STIE Muhammadiyah lahir bersamaan dengan kami," katanya.

Ke depan, Yayasan Tri Sukses Widya Praja kata Zul berkomitmen penuh untuk mendongkrak citra kelembagaan melalui peningkatan kualifikasi dosen serta penyusunan kurikulum bersama pelaku industri. Pihak yayasan optimistis perubahan ini tidak sekadar berganti nama, tetapi diikuti dengan peningkatan mutu lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Prodi Sistem Informasi #Prodi Kewirausahaan #Institut di Paser #Kampus Tanah Grogot #STIE Widya Praja