KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Sebanyak 35 calon mahasiswa asal Kabupaten Paser tengah mengikuti rangkaian seleksi program Kelas Kerja Sama di Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo untuk Tahun Akademik 2026. Proses seleksi ketat ini dimulai sejak Senin (13/7/2026).
Pada hari pertama, para peserta menjalani tes fisik yang dipusatkan di area Stadion Sadurengas atau kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser. Dari total 39 pelamar yang terdaftar, tercatat hanya 35 peserta yang hadir memenuhi panggilan, terdiri dari 19 laki-laki dan 16 perempuan.
Kepala Bagian Kesra Setda Paser, Saberi mengungkapkan bahwa setelah tes fisik, tahapan seleksi dilanjutkan dengan tes Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara pada Selasa (14/7/2026).
"Selanjutnya tinggal menunggu dari pihak Politeknik untuk pengumuman yang lolos," ujar Saberi, saat memberikan keterangan pada Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di Balikpapan: ASN Libur Apel, Wawali Ingatkan Stop Bullying
Program kerja sama ini menawarkan beasiswa penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser untuk jenjang pendidikan S1. Seluruh komponen biaya perkuliahan serta fasilitas asrama selama masa studi akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Paser.
Mahasiswa yang dinyatakan lolos nantinya hanya perlu menyiapkan uang saku mandiri untuk kebutuhan personal sehari-hari. Tahun ini, Pemkab Paser menyediakan kuota yang sangat terbatas, yaitu hanya untuk 15 putra dan putri terbaik daerah.
Alokasi kuota tersebut dibagi ke dalam tiga program studi (Prodi) berstandar internasional dengan akreditasi prima dan sertifikasi kompetensi industri, meliputi, Prodi Teknik Penanganan Patologi Perikanan (TPPI) 6 orang Prodi Agribisnis Perikanan (AGP) 6 orang, dan Prodi Mekanisasi Perikanan (MP) sebanyak 3 orang.
Sebelumnya, para pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya berusia maksimal 23 tahun pada saat mendaftar, memiliki tinggi badan minimal 150 cm untuk putra dan 145 cm untuk putri dengan berat badan proporsional, serta batas toleransi penggunaan kacamata maksimal ukuran minus/plus/silinder 1,00.
Peserta yang nantinya dinyatakan lolos seleksi diwajibkan berkomitmen penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian pendidikan berasrama di lokasi kampus yang telah ditentukan hingga tuntas. (*)
Editor : Sukri Sikki