KALTIMPOST.ID-Program unggulan pelestarian lingkungan, Cotrans Asia Mangrove Program (CAMP) yang diinisiasi oleh PT Cotrans Asia (CTA), terus menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Terutama pada poin penanganan perubahan iklim, menjaga ekosistem lautan, serta melestarikan ekosistem daratan.
Program rehabilitasi ini terbukti berjalan secara konsisten selama empat tahun berturut-turut sejak diluncurkan pada tahun 2023 hingga tahun 2026 saat ini.
Direktur Utama PT Cotrans Asia Surya Aribowo menegaskan CAMP merupakan program strategis perusahaan dalam mengintegrasikan operasional industri dengan keberlanjutan lingkungan. Sejak awal pelaksanaannya.
“Program ini melibatkan proses pemantauan dan evaluasi yang ketat guna memastikan efektivitas pemulihan ekosistem di kawasan pesisir Kabupaten Paser,” terang Surya Aribowo, Senin (20/7).
Ketua CAMP Ahmad Afandi memaparkan secara rinci dinamika pertumbuhan dan rekam jejak program ini. Pada 2023, CAMP diawali dengan penanaman 2.500 bibit mangrove di Desa Harapan Baru.
Tahap awal itu mencatatkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 77,8 persen yang kemudian menjadi fondasi kokoh untuk keberlanjutan program pada tahun-tahun berikutnya.
Ekspansi program berlanjut tahun 2024 dengan menyasar Desa Muara Adang. Pada periode ini, dilakukan penanaman sebanyak 10.860 bibit secara bertahap, yakni 9.000 bibit pada bulan Juli dan disusul 1.860 bibit pada bulan Agustus.
“Kondisi alam yang ekstrem menyajikan tantangan berat. Faktor gelombang pasang, karakteristik lokasi tanam, serta kendala teknis di lapangan sempat menekan tingkat keberhasilan awal hingga menyentuh angka 9,36 persen,” ujar Ahmad.
Meski hasil pada tahun 2024 sempat berada di bawah batas standar keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75 persen, manajemen tidak menyurutkan langkahnya.
“Tahun 2025, kami tetap optimistis melakukan penanaman 7.000 bibit dengan harapan tingkat keberhasilan tumbuh di atas 75 persen melalui upaya dan kerja yang lebih keras,” katanya.
Optimisme tersebut terbayar lunas tahun 2025. Melalui perbaikan metode penanaman yang komprehensif, pengawasan yang lebih intensif, serta kolaborasi aktif bersama BKSDA Kaltim dan masyarakat lokal, tingkat keberhasilan tumbuh melonjak tajam menjadi 95,90 persen dari total 7.000 bibit baru yang ditanam di Desa Muara Adang.
LANGKAH STRATEGIS
Memasuki tahun 2026, PT Cotrans Asia kembali memperkuat konsistensinya dengan menanam 7.000 bibit mangrove di Area Tambak Ramah Lingkungan milik perusahaan.
Langkah ini mempertegas komitmen korporasi dalam menjaga perlindungan kawasan pesisir dan meningkatkan kualitas mutu lingkungan hidup.
Lebih dari sekadar penanaman rutin, komitmen jangka panjang diwujudkan secara konkret pada tahun 2026 ini melalui pengajuan permohonan perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan kawasan mangrove seluas 35 hektare.
Kerja sama strategis itu direncanakan berlangsung selama lima tahun, dimulai dari tahun 2027 hingga tahun 2031, guna menjamin keberlanjutan rehabilitasi, pemeliharaan, dan pelestarian ekosistem secara berkesinambungan.
Lebih lanjut, Direksi PT Kideco Jaya Agung, Syamsu Tri Atmoko menekankan, pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang batu bara, program pelestarian ini merupakan salah satu tanggung jawab nyata untuk mengembalikan kelestarian alam demi generasi mendatang.
“Apa yang kita ambil dari alam, maka harus kita kembalikan lagi ke alam agar kelak dapat terus dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita. Kita tidak boleh serakah; ini menjadi komitmen pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” tegas Syamsu Tri Atmoko.
APRESIASI DARI PEMERINTAH
Keberhasilan program multi-tahun ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemkab Paser. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Achmad Safari menyatakan kekagumannya atas konsistensi dan perkembangan positif yang dilaporkan panitia pelaksana.
“Sinergi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, dan pihak desa merupakan bentuk kepedulian nyata yang membawa dampak positif masif, baik bagi stabilitas ekologi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap Achmad.
Rasa terima kasih yang mendalam juga diutarakan oleh Kepala Desa Muara Adang Kurniansyah. Ia mengungkapkan bahwa program ini menjadi secercah harapan baru bagi desanya yang di masa lalu sempat dilanda musibah alam hingga menyebabkan kerusakan signifikan dan hilangnya rumah warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Cotrans karena telah memilih desa kami dan berkontribusi besar untuk menghidupkan kembali Desa Muara Adang pasca-musibah,” ungkap Kurniansyah.
“Ke depan, keberlanjutan program ini diharapkan dapat terus ditingkatkan skalanya,” terangnya.
Presiden Direktur Utama PT Interport Mandiri Utama Adi Darma Shima menyampaikan apresiasi atas kelancaran program sepanjang 2023–2026 dan menyarankan agar kuantitas penanaman terus ditambah.
“Saya berharap program serupa direplikasi di seluruh wilayah kerja pesisir perusahaan demi menjaga kelestarian lingkungan secara lebih luas serta melahirkan inovasi program baru yang adaptif,” harap Adi. (adv/jib/rd)
Editor : Romdani.