Dinas Kesehatan Paser Siagakan Puskesmas Antisipasi Dampak Karhutla, Ini Imbauan yang Harus Diingat

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:20 WIB
SEMAKIN BAHAYA: Karhutla di Kabupaten Paser terus meningkat pada Agustus ini, dan asap serta abunya mulai bertebaran di banyak titik. 
SEMAKIN BAHAYA: Karhutla di Kabupaten Paser terus meningkat pada Agustus ini, dan asap serta abunya mulai bertebaran di banyak titik. 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Paser menyiagakan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi potensi lonjakan penyakit akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Diskes Paser Amri Yulihardi mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerbitkan surat edaran resmi terkait bahaya asap. Pasalnya, kondisi kabut asap di Paser dinilai belum separah wilayah Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Dorong Penghijauan Pemukiman, Polsek dan Kecamatan Babulu Bagikan Bibit ke Warga

"Sampai saat ini belum ada surat edaran ke masyarakat. Namun, kami sudah mengarahkan seluruh unit kerja, khususnya puskesmas, untuk bersiaga menangani setiap kasus yang masuk," kata Amri, Kamis (20/8).

Berdasarkan data hingga Juli 2026, belum terdapat kenaikan signifikan pada kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, iritasi mata, maupun gangguan pernapasan lainnya. Total kasus ISPA yang terdata mencapai 900 kasus, yang pemicunya dipastikan bukan hanya berasal dari asap karhutla.

Untuk memastikan kesiapan penanganan, Diskes Paser menerapkan sistem piket petugas jaga secara bergiliran. Petugas bertugas memantau kondisi harian di posko, memastikan ketersediaan logistik obat-obatan dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), serta mengkoordinasikan informasi cepat ke TGC Puskesmas di setiap wilayah kerja.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Panitia Gelar Ziarah di Tugu Pengibaran Merah Putih Pertama Kaltim

Amri menegaskan, kesiapan tenaga kesehatan dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memberikan perlindungan medis bagi masyarakat selama situasi karhutla.

"Kami ingin memastikan aspek kesehatan selalu siap. Koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat," katanya.

Diskes Paser mengimbau masyarakat untuk menerapkan upaya pencegahan:

1. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Membatasi kegiatan luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma.
3. Menutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi rumah untuk menghalau masuknya asap.
4. Memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi seimbang.
5. Mencuci bersih buah dan sayur serta menutup makanan agar terhindar dari debu sisa pembakaran. (*)

Editor : Dwi Restu A
paser siaga puskesmas dinas kesehatan karhutla