BRIN Dorong Digitalisasi KPM PKH Paser untuk Putus Rantai Kemiskinan

Muhammad Najib • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:53 WIB
Keluarga yang masuk Program Keluarga Harapan di Paser dilatih agar melek digital, Rabu (26/8/2026). (Najib/KP)

 

 
Keluarga yang masuk Program Keluarga Harapan di Paser dilatih agar melek digital, Rabu (26/8/2026). (Najib/KP)    

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama DPR RI menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi bagi pendamping dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Paser pada Rabu (26/8/2026) di Hotel Kyriad Sadurengas.

Mengusung tema Inovasi Digital untuk Memperkuat Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), agenda ini difokuskan pada adaptasi teknologi dan perbaikan keakuratan data penerima bantuan.

Baca Juga: Kadar Garam Sungai Sangatta Sempat Lampaui Baku Mutu, Perumdam Pastikan IPA Kabo Masih Aman

Anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan pentingnya literasi digital bagi keluarga penerima PKH agar tak tertinggal arus informasi serta terhindar dari maraknya judi dan pinjaman online.

Menurutnya, pendidikan dan teknologi merupakan jembatan utama untuk memutus rantai kemiskinan. "Sekarang semua informasi diumumkan secara online, mulai dari peluang kerja hingga bantuan sosial. Bagi keluarga PKH, kita tidak boleh lagi gagap teknologi," kata Hetifah.

Baca Juga: Pernah Jadi Tersangka Lalu Dapat SP3 dari Kejaksaan, Ini Jejak Kasus Mantan Dirut PT LBB

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota DPRD Paser Basri Mansyur menyoroti fakta lapangan terkait masih maraknya bantuan yang tidak tepat sasaran akibat masalah pendataan di tingkat desa. Ia menilai digitalisasi sangat krusial untuk memperbarui data penerima manfaat secara berkala, meningkatkan pengawasan, serta menjamin keadilan pendistribusian program.

"Perekonomian masyarakat terus berubah setiap tahun. Adanya digitalisasi ini sangat penting untuk pemutakhiran data (DTSEN) dan pengawasan agar masalah salah sasaran ini bisa kita selesaikan bersama," kata Basri.

Baca Juga: Pertamina Akui Penggunaan Pertalite di Balikpapan Over Kuota, Pemkot Minta Tambahan Stok

Sementara itu, Kabid Litbang Bappedalitbang Paser Sujono Cipto Trisno menambahkan bahwa riset dan inovasi daerah terus diarahkan untuk mendukung pengembangan UMKM dan penataan produk unggulan desa agar para penerima manfaat PKH dapat naik kelas.

"Memang kita akui untuk produk hasil riset di Paser masih di level nomor 1 dan 2 merangkak," kata Sujono.

Kegiatan ini juga dihadiri Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN Hengki Muradi sebagai narasumber, serta Anggota DPRD Paser Abdul Aziz, Dinas Sosial, dan para pendamping PKH serta beberapa keluarga yang masuk dalam PKH di Paser. (*)

Editor : Sukri Sikki
dpr ri inovasi pkh Kabupaten Paser BRIN