Solong Tengkalang Menjelma Karya Seni, Bawa Identitas Paser ke Ruang Publik

Muhammad Najib • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:51 WIB
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli bersama Masrani dan karya pot bunga bermotif Solong Tengkalang.
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli bersama Masrani dan karya pot bunga bermotif Solong Tengkalang.

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Upaya melestarikan identitas dan kearifan lokal Suku Paser terus melahirkan inovasi bernilai seni tinggi. Salah satunya tecermin melalui pot bunga unik karya Masrani, penggiat lingkungan sekaligus ASN, yang memadukan kekayaan budaya lokal melalui Sentral Bunga dan Dekorasi Taman Anggrek Hitam.

Daya tarik utama karya seni tersebut terletak pada penggunaan motif Solong Tengkalang. Motif ini terinspirasi langsung dari wadah atau keranjang punggung tradisional khas Suku Paser yang dahulu kerap digunakan masyarakat setempat untuk mengangkut hasil bumi.

Masrani mengatakan, penggunaan motif Solong Tengkalang pada media pot bunga bertujuan memperkenalkan kembali simbol-simbol kehidupan leluhur kepada masyarakat modern.

Baca Juga: Gol Kilat Mbappe Bantu Real Madrid Tundukkan Inter Milan, Kini Sejajar dengan Raul Gonzales

"Lebih dari sekadar ornamen hiasan, motif ini membawa filosofi mendalam mengenai hubungan harmonis antara manusia dan alam, yang mencakup keharmonisan, ketergantungan positif, serta rasa hormat terhadap kelestarian lingkungan," kata Masrani, Selasa (8/9/2026).

Keunikan pot bunga tersebut semakin lengkap berkat perpaduan motif Lempinak Belo Bali pada bagian alasnya.

Ukiran ini mengambil bentuk sulur tumbuhan lempinak yang menyimbolkan kesuburan, disandingkan dengan makna belo bali yang menggambarkan ketangguhan dan sifat pantang menyerah.

Karya inovatif bermotif khas Paser tersebut telah diserahkan langsung Masrani kepada Bupati Paser, dr Fahmi Fadli untuk ditempatkan di lobi Kantor Bupati Paser. Penempatan itu diharapkan dapat memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi simbol persatuan masyarakat Paser.

Untuk menjaga keaslian sekaligus melindungi hak kekayaan budaya lokal dari klaim pihak lain, karya seni tersebut juga telah resmi didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.

Baca Juga: Demi Bayar Indekos dan Makan, Pria di Samarinda Tega Kuras Harta Kawan yang Menolongnya

Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat para pengrajin dan seniman daerah untuk terus melahirkan karya modern tanpa melepas akar kearifan lokal leluhur. (*)

Editor : Ery Supriyadi
solong tengkalang seni Paser Masrani budaya paser Bupati Paser