TANAH GROGOT – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Paser resmi membuka Expo Perumahan pertama di Kabupaten Paser sekaligus meluncurkan program PASER SATU HUNI di halaman Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) kilometer 5, Kecamatan Tanah Grogot, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (11/9/2026) ini bertujuan untuk mengatasi persoalan tingginya kebutuhan hunian di daerah. Berdasarkan data DPKPP Paser, angka backlog penghunian di Kabupaten Paser saat ini mencapai 28.212 unit, sementara jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tercatat sebanyak 4.794 unit.
Kepala DPKPP Kabupaten Paser, Aji Mohd Tommy menjelaskan bahwa PASER SATU HUNI merupakan akronim dari "Sinergi Terpadu Mewujudkan Hunian Layak Masyarakat Kabupaten Paser." Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif untuk mengintegrasikan data, menyelaraskan program, dan memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
"Semangat yang kita bangun adalah Satu Data, Satu Sinergi, Satu Tujuan: Hunian Layak untuk Paser. Inovasi ini diharapkan menjadi gerakan kolaboratif yang berkelanjutan melalui penguatan Forum Perumahan dan Kawasan Permukiman," kata Tommy saat pembukaan acara.
Acara peluncuran tersebut juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama oleh Pemerintah Kabupaten Paser dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan terhadap keterbukaan data serta penyelarasan program pembangunan perumahan.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli menyambut baik langkah DPKPP dan menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah perumahan yang tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah daerah semata.
"Rumah merupakan kebutuhan dasar dan titik awal kesejahteraan masyarakat. Melalui PASER SATU HUNI dan Expo Perumahan ini, kami ingin memastikan proses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat menjadi lebih sederhana, terjangkau, dan ramah bagi masyarakat kecil," ujar Fahmi.
Pameran yang beroperasional mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA ini terbuka untuk umum secara gratis. Expo diikuti oleh 12 pengembang perumahan (7 pengembang lokal dan 5 dari luar daerah), 8 lembaga perbankan, 4 perangkat daerah, serta melibatkan notaris, konsultan jasa desain rumah, pelaku usaha material, dan UMKM.
Melalui pameran ini, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung mengenai rumah subsidi, fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perizinan, legalitas pertanahan, hingga konsultasi desain bangunan. (*)
Editor : Ismet Rifani