Tiga SPPG di Paser Di-Suspend BGN, Layanan MBG 8 Ribu Siswa Terhenti Sejak Agustus

Muhammad Najib • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:46 WIB
Sejumlah siswa SMAN 1 Tana Paser menikmati porsi sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebelum penghentian sementara operasional dilakukan. (NAJIB/KP)
Sejumlah siswa SMAN 1 Tana Paser menikmati porsi sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebelum penghentian sementara operasional dilakukan. (NAJIB/KP)

TANAH GROGOT — Seluruh pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Paser terhenti sejak 21 Agustus lalu. Penghentian sementara (suspend) ini terjadi akibat adanya sejumlah catatan evaluasi teknis serta kondisi lingkungan sekitar lokasi fasilitas operasional.

Ketua Yayasan Borneo Garda Yasa, Riyanto, mengonfirmasi bahwa hingga pertengahan September ini belum ada kejelasan mengenai jadwal pengoperasian kembali SPPG di wilayah tersebut. Pihaknya telah bersurat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas terkait untuk meminta petunjuk langkah yang harus diambil.

"Bunyi suspend memang ringan, hanya 10 hari. Tapi untuk melakukan perbaikan saat ini kami tidak bisa karena terbentur dengan bangunan hak usaha tetangga sekitar," kata Riyanto, Jumat (11/9/2026). Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat tiga titik SPPG yang menerima catatan penyesuaian. SPPG Jone diwajibkan mengubah layout, menambah ruangan, serta melengkapi peralatan pendukung. Pihak yayasan menyatakan perbaikan di lokasi ini sedang dalam proses pengerjaan.

Baca Juga: Pembangunan SMP 29 Balikpapan Ditarget Selesai November, Fasilitas AC Bakal Ditambah

Sedangkan SPPG Tapis, Direkomendasikan untuk relokasi akibat berdekatan dengan aktivitas pengolahan kayu milik warga, selain instruksi perubahan layout dan peralatan. Sementara SPPG Jone 2, mendapat catatan terkait keberadaan kandang ternak rumah tangga dan rumah sarang burung walet di area sekitar, di samping permintaan penataan ulang layout.

Menanggapi kendala tersebut, Riyanto menjelaskan bahwa penataan ulang maupun penyediaan peralatan pada prinsipnya siap dilaksanakan. Namun, untuk opsi relokasi seperti pada SPPG Tapis, dibutuhkan waktu berbulan-bulan mulai dari penyiapan lahan, pembangunan fasilitas, hingga proses verifikasi ulang.

Ia juga menyoroti kondisi SPPG Jone 2 yang sebelumnya telah lolos survei, visitasi, serta verifikasi kelayakan dari perwakilan BGN sebelum beroperasi selama kurang lebih satu tahun tanpa kendala berarti.

Dampak dari penghentian ini tidak hanya tertuju pada investasi yang telah dikeluarkan mitra, melainkan juga keberlanjutan pendapatan para pekerja, kepastian bagi mitra supplier, serta pemenuhan gizi para penerima manfaat.

Yayasan Borneo Garda Yasa berharap pihak berwenang memberikan ruang dan waktu secara proporsional. Yayasan mengusulkan agar operasional pelayanan tetap diperbolehkan berjalan secara paralel sembari proses perbaikan fisik maupun relokasi tempat diselesaikan bertahap. Semua SPPG ini kata Riyanto sudah 1 tahun melayani hampir 8.000 penerima manfaat setiap harinya tanpa pernah terjadi kejadian menonjol apa pun.

Baca Juga: BGN Evaluasi 13 Ribu Dapur MBG, yang Tak Memenuhi Syarat Bisa Ditutup

Kepala SMA 1 Tana Paser Suyarno membenarkan bahwa hampir sebulan sekolahnya tidak menerima lagi MBG. Tiap harinya saat masih berjalan, SMA 1 Tana Paser menerima 900 lebih porsi MBG untuk kelas 1-3.  "Banyak siswa yang bertanya mengapa tidak ada lagi datang," katanya. 

Untuk di sekolahnya, hanya sekitar 30-40 persen pelajar yang terpantau enggan memakan MBG. Ini terlihat dari sisa makanan yang ada di kelas dan di sampah. Ada juga orangtua yang sengaja menyiapkan bekal dari rumah agar tidak makan MBG. Sementara sisanya pelajar memakan menu MBG. Menurut Suyarno, menu yang dimasak untuk sekolahnya terbilang enak. 

"Sebelum program ini dimulai, kami memang telah memberikan saran menu apa saja yang sebaiknya diberikan," katanya.  Salah satu pelajar SMA 1 Tana Paser Oyiska menyampaikan ia dan teman kelasnya cukup puas dengan menu MBG yang sudah ada. Apalagi SPPG yang memasok sudah memiliki akun media sosial dan di sana bisa memberikan masukan tentang menu yang akan diantar.  "Menu paling enak biasanya kami tunggu hari Jum'at, biasanya banyak," katanya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
SPPG Paser MBG Paser paser dapur MBG