Karhutla Paser Capai 558 Hektare, Begini Cara KPHP Kendilo Padamkan Api Tanpa Air

Muhammad Najib • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:49 WIB
Petugas KPHP Kendilo memadamkan kebakaran di kawasan hutan di Paser.
Petugas KPHP Kendilo memadamkan kebakaran di kawasan hutan di Paser.

KALTIMPOST.ID-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Paser menghadapi tantangan tersendiri ketika api masuk kawasan hutan.

Lokasi yang jauh dari permukiman dan sulitnya mendapatkan sumber air membuat petugas harus mengandalkan metode pemadaman manual.

Data pemerintah daerah hingga awal September 2026 mencatat karhutla di Paser telah mencapai 558 hektare dari 205 kejadian.

Sementara luas kebakaran khusus di kawasan hutan masih dalam proses rekapitulasi UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo Dinas Kehutanan Kaltim.

Baca Juga: Bukti Kuat Komitmen Lingkungan, Kideco Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026, Empat Kategori Raih Platinum

Kepala Seksi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Kendilo Agung Rohendi mengatakan, pihaknya saat ini memprioritaskan penanganan kebakaran di kawasan hutan.

KPHP Kendilo memiliki wilayah penanganan kawasan hutan sekitar 135 ribu hektare. Sejauh ini, kebakaran disebut tidak banyak merambah kawasan hutan lindung.

Di lapangan, KPHP Kendilo mengandalkan 15 personel Brigade Sirana. Ketika kejadian karhutla meningkat di luar kawasan hutan, personel tetap membantu tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Paser. Namun, pengamanan kawasan hutan tetap menjadi prioritas.

Menurut Agung, karakter kebakaran hutan membuat metode penanganannya berbeda dengan kebakaran lahan maupun permukiman. Petugas terlebih dahulu mencari kepala api untuk mencegah kebakaran terus meluas.

Setelah posisi api diketahui, petugas membuat sekat bakar atau firebreak menggunakan peralatan manual seperti garuk dan pacul. Api yang membakar serasah, rumput, serta ranting kering di permukaan tanah kemudian dipadamkan menggunakan gepyok.

“Karena jika di dalam hutan menggunakan air, pasti kewalahan mencari sumber airnya saat sudah habis,” kata Agung, Senin (14/9).

Baca Juga: Berau Melangkah Semakin Maju, Bupati Paparkan Capaian di Hari Jadi Ke-73, Karhutla Jadi Tantangan

Metode tanpa air menjadi penting karena sejumlah lokasi kebakaran berada jauh dari permukiman maupun sumber air.

Sebelum personel bergerak, KPHP Kendilo juga memanfaatkan pesawat nirawak atau drone.

Perangkat tersebut digunakan untuk mencari kepala api sehingga penanganan dapat difokuskan pada titik yang berpotensi memperluas kebakaran.

Dalam penanganan kebakaran kawasan hutan, KPHP Kendilo mendapat dukungan antara lain dari PT Pertamina Hulu Mahakam dan PT Kideco Jaya Agung yang menjalankan kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di areal tersebut.

Agung mengatakan, kebakaran kawasan hutan di Paser umumnya merupakan kebakaran permukaan. Karakter tersebut membuat kebakaran terkadang sulit atau terlambat terdeteksi sebagai hotspot.

Kondisi itu membuat pemantauan lapangan dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mencegah api berkembang sebelum menjangkau kawasan yang lebih luas. (jib/rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim Bupati Paser Fahmi Fadli ibu kota nusantara Kabupaten Paser kebakaran hutan dan lahan