Roda Pangan Bergerak, Lima Desa Rawan Pangan di Paser Dapat Pasokan

Muhammad Najib • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:34 WIB
Kepala DKP Paser M. Arfah saat menyosialisasikan program Roda Pangan kepada mitra pangan Bulog.
Kepala DKP Paser M. Arfah saat menyosialisasikan program Roda Pangan kepada mitra pangan Bulog.

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Paser mulai menyalurkan pangan murah ke lima desa yang masuk kategori rawan pangan melalui program Roda Pangan (Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan).

Lima desa yang telah menerima distribusi tersebut yakni Labuang Kallo, Selengot, Kladen, Rantau Buta, dan Kayungo Sari.

Kepala DKP Paser M. Arfah mengatakan, program yang bergulir sejak awal September 2026 itu dirancang untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap komoditas pangan dengan harga terjangkau, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat perdagangan.

Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketum Hipmi

"Saat ini, tersisa satu desa rawan pangan yang belum menerima pasokan, yakni Desa Rantau Layung. Untuk sementara program jangka pendek lima desa. Setelah monitoring dan evaluasi, baru menyasar Desa Rantau Layung," kata Arfah, Minggu (27/9/2026).

Menurut Arfah, penyaluran ke Desa Rantau Layung ditunda karena masih menunggu kelengkapan sarana pendukung, khususnya ketersediaan outlet desa yang menjadi salah satu syarat utama distribusi.

Tahap selanjutnya akan dijalankan sebagai program jangka menengah setelah seluruh persyaratan di desa sasaran terpenuhi.

Program Roda Pangan dijalankan melalui kemitraan antara DKP Paser dan Perum Bulog. Komoditas yang disalurkan melalui outlet desa rawan pangan meliputi beras SPHP, Minyakita, dan Gulakita. (*)

Editor : Ery Supriyadi
RODA PANGAN Paser DKP Paser desa rawan pangan pangan murah bulog