Tekan Kasus HIV dan TB di Pesisir Paser, BKK Balikpapan dan Dinkes Gelar Skrining Massal

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 04:17 WIB
Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan bersama Dinas Kesehatan Paser melaksanakan pencegahan HIV dan TB di sejumlah wilayah di Paser.
Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan bersama Dinas Kesehatan Paser melaksanakan pencegahan HIV dan TB di sejumlah wilayah di Paser. 

TANAH GROGOT — Sebagai langkah konkret merespons lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Tuberkulosis (TB) di Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Tana Paser menggelar kegiatan skrining terpadu HIV-TB dan CKG bagi masyarakat serta kelompok rentan di pesisir Kabupaten Tana Paser.

Kepala BKK Kelas I Balikpapan dr. Bangun Cahyo Utomo, M.Epid menyampaikan bahwa aksi ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dan PT Cotrans Asia beserta mitra kerja perusahaan setempat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pelaksanaan deteksi dini ini dinilai krusial mengingat tingginya beban penyakit menular di tingkat nasional. Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia setelah India untuk kasus TBC, yakni mencapai 969 ribu kasus dengan angka kematian sekitar 93 ribu per tahun (setara 11 kematian per jam). 

"Di sisi lain, tren penularan HIV pada kelompok berisiko di berbagai daerah juga terus menunjukkan potensi kenaikan yang mengkhawatirkan," kata dr. Bangun Cahyo Utomo, Rabu (30/9/2026). 

Rangkaian kegiatan skrining terpadu yang menyasar ratusan warga pesisir ini terbagi dalam beberapa tahapan pelaksanaan: 

- Desa Pondong Baru (27 Agustus 2026): Target sasaran 100 orang, dilaksanakan oleh Dinkes Kabupaten Paser, BKK Kelas I Balikpapan, dan Puskesmas Padang Pengrapat.

- Desa Harapan Baru (8 September 2026): Target 150 orang tercapai, didukung PT Cotrans Asia, Pelindo, dan PT MJL bersama Puskesmas Padang Pengrapat.

- Desa Muara Telake (15 September 2026): Target 150 orang tercapai, didukung PT Cotrans Asia, PT SBS, PT SMB, dan PT APPM bersama Puskesmas Sebakung Taka.

- Kampung Warna Warni (17 September 2026): Target 100 orang tercapai, didukung PT Cotrans Asia, PT BTJ, PT KWN, dan PT KRI bersama Puskesmas Lolo.

- Desa Muara Adang (24 September 2026): Target 150 orang tercapai, didukung PT Cotrans Asia, PT KSA, dan PT CPB bersama Puskesmas Krayan.

- Desa Pasir Mayang (Agenda Mendatang): Dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026.

Selain pemeriksaan kesehatan dan skrining komunal, program ini juga mengedepankan advokasi, sosialisasi, dan edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap ancaman HIV-TB.

Dia mengatakan, melalui integrasi pelayanan kesehatan dan keterlibatan lintas sektor ini, BKK Kelas I Balikpapan berharap dapat meningkatkan deteksi dini, memutus rantai penularan di pintu masuk wilayah pesisir, serta memberikan data yang valid bagi penyusunan program pengendalian penyakit di Kabupaten Paser.  "Langkah ini sekaligus menjadi dorongan nyata dalam mendukung pencapaian target eliminasi TB nasional serta menekan angka kejadian HIV-TB di masyarakat," katanya. (adv/jib)

Editor : Muhammad Rizki
dinkes paser Kesehatan Paser Skrining HIV TB BKK Balikpapan