TANAH GROGOT — Tim gabungan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Paser menggelar rapat koordinasi di Ruang Sadurengas. Berdasarkan data terbaru, total luas lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai 1.612 hektare. Kecamatan Tanah Grogot menjadi wilayah terdampak terluas yakni 509 hektare dengan 238 kejadian (42% dari total kasus), disusul Batu Engau seluas 380 hektare dan Paser Belengkong 283 hektare.
Kepala BPBD Paser, Ruslan menyampaikan perkiraan hujan baru turun pada minggu kedua Oktober atau bergeser ke November, pihak pemkab menyepakati penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering hingga akhir November guna memitigasi dampak El Nino.
Baca Juga: Sempat Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Minta Warga Samarinda Kenakan Masker Akibat Asap Karhutla
"Ini adalah penetapan ketiga nantinya, setelah sebelumnya yang pertama diperpanjang hingga kedua," kata Ruslan. Camat Batu Engau Agah Yudhistira Putra menyampaikan wilayahnya memiliki luas 13 ribu hektare dan terluas ketiga se Paser. Ia sudah kumpulkan seluruh perusahaan, dan lakukan mitigasi. Termasuk membuat embung.
"Alhamdulillah terwujud kesinambungan korporasi, desa dan forkopicam," kata Agah. Kecamatan memprediksi setelah karhutla pasti ada kekeringan. Pendataan jumlah embung yang ada telah dilakukan, termasuk back-up untuk bencana kekeringan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki