KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Dinas Kesehatan Kabupaten Paser memantau ketat kualitas udara di setiap wilayah kerja puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pada bulan Oktober, tercatat sebanyak 1.241 kasus ISPA, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.360 kasus.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Picu Pencemaran Sungai Kandilo di Muara Komam
Kepala Dinas Kesehatan Paser, Amri Yulihardi menjelaskan tren kasus ISPA sejauh ini masih fluktuatif. "Sebaran kasus terbanyak berada di Puskesmas Batu Sopang (305 kasus), disusul wilayah Kecamatan Tanah Grogot/RSUD, dan Paser Belengkong," kata Amri, saat rapat dengan tim karhutla, Rabu (7/10/2026).
Upaya untuk penanganan kategori berat, Diskes telah menginstruksikan puskesmas membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Saat ini persediaan logistik kesehatan mencakup 2.000 lembar masker biasa, 6.000 lembar masker KN95, serta 2.500 stok vitamin.
"Namun untuk masker KN95 ini cukup tebal dan agak sulit sirkulasi nafas jika petugas memakai di lapangan," kata Amri.
Baca Juga: Pemkab Paser Perketat Pengawasan Distribusi BBM dan LPG 3 Kilogram
Diskes, kata Amri, akan terus memasok kebutuhan masker untuk petugas yang turun ke lokasi, agar mereka tidak terkena dampak asap akibat karhutla. (*)
Editor : Sukri Sikki