Sekolah di Paser Alihkan Pembelajaran ke Rumah Akibat Bencana Karhutla dan Kabut Asap

Muhammad Najib • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:30 WIB
BERBAHAYA: Kabut asap karhutla yang makin besar sebarannya di Paser membuat pemerintah mengambil langkah sekolah dari rumah. Najib/KP
BERBAHAYA: Kabut asap karhutla yang makin besar sebarannya di Paser membuat pemerintah mengambil langkah sekolah dari rumah. Najib/KP

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser resmi mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah menjadi Pembelajaran Dari Rumah (BDR).

Kebijakan ini diambil menyusul masih berlangsungnya Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering yang memicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang ditandatangani oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, merespons surat imbauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Paser terkait dampak kualitas udara terhadap kesehatan warga sekolah.

"Untuk menjaga kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, satuan pendidikan dapat melaksanakan Pembelajaran Dari Rumah (BDR) yang teknisnya disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," kata Yunus Syam, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Keterisian Kamar untuk Penyakit Kritis di RSUD Taman Husada Tembus 105 Persen, Pasien Antre di IGD

Proses pembelajaran selama BDR dilaksanakan secara dalam jaringan (daring) maupun melalui penugasan terstruktur memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Group dan Google Classroom, tanpa memberikan beban tugas yang berlebihan kepada siswa.

Selain itu, jam belajar disesuaikan dan kehadiran siswa maupun guru dapat dicatat secara daring atau manual. Disdikbud Paser juga menginstruksikan para Kepala Sekolah untuk terus memantau kualitas udara bekerja sama dengan Puskesmas setempat, memonitor kesehatan warga sekolah, serta segera melaporkan jika ada siswa atau guru yang mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat PAUD, SD, SMP, SKB, hingga PKBM se-Kabupaten Paser dijadwalkan kembali berjalan setelah ada pemberitahuan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahwa kondisi kualitas udara telah membaik. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
karhutla Kaltim kabut asap Paser Sekolah Daring Paser Disdikbud Paser Tanah Grogot