KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pasar Petung di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali mengalami kebakaran pada Selasa (30/7) malam.
Kebakaran kali ini melanda 17 bangunan, yang dihuni oleh 19 Kepala Keluarga (KK) dengan total 75 jiwa. Ini merupakan kejadian kebakaran kedua di pasar tradisional tersebut pada tahun ini, setelah insiden serupa pada 16 Maret 2024.
Menurut data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 Wita dan laporan baru diterima pukul 22.57 Wita.
Lokasi kebakaran berada di RT 09, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. Banyak warung dan lapak yang terbakar habis, termasuk Lapak Jus Rinda, Toko Helm Hariadi, Toko Pecah Belah Pak Jafar, Lapak Sayur Ibu Salma, dan banyak lagi.
Barang dagangan, ponsel, peralatan rumah tangga, serta dokumen penting turut terbakar. Lapak Sayur Anik dan Lapak Kelapa Parut dan Udang Hidup Pak Alimuddin mengalami kerusakan ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan, “Penyebab dan kronologis kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.”
Pasca kejadian, tim gabungan melakukan berbagai upaya tanggap darurat. Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun, bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim), memimpin pembersihan puing-puing bangunan.
Selain itu, tenda posko penanganan kebakaran didirikan di RT 09, dan penggalangan dana dilakukan bersama Kelurahan Petung serta mahasiswa KKN Unmul untuk membantu korban.
Pembersihan area kebakaran dilakukan menggunakan eskavator dari Desa Giripurwa dan Dinas PUPR, serta identifikasi lokasi oleh tim Inafis Polres PPU. Muhammad Sukadi Kuncoro menambahkan, “Kondisi terkini di lokasi kebakaran sudah padam dan tidak ada potensi munculnya titik api baru.”
Tim yang terlibat dalam penanganan kebakaran termasuk BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Polres PPU, Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Satpol PP PPU, Koramil Penajam, PHKT Lawe-Lawe, Pertamina RU V, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMPerindag), Lurah Petung, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Petung, PMI, PLN, mahasiswa KKN Unmul, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Ketua RT 09, dan warga setempat.
Dalam penanganan tersebut, digunakan 3 Unit Mobil Ops & 1 Unit Mobil Tangki BPBD PPU, 10 Unit Mobil Pemadam DPKP PPU, dan berbagai kendaraan lain dari instansi terkait. BPBD PPU merekomendasikan pembuatan embung di setiap kecamatan sebagai cadangan air saat kebakaran dan penataan ulang area bangunan yang terbakar untuk mempermudah akses mobilisasi.
“Perlunya penataan ulang area bangunan yang terbakar akan mempermudah akses mobilisasi saat terjadi kebakaran,” pungkas Muhammad Sukadi Kuncoro. (kip)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko