Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Atasi Ribuan KK Tak Punya Rumah, Pemkab Siapkan Dua Skema

Ari Arief • Sabtu, 18 Januari 2025 | 13:44 WIB
Riviana Noor
Riviana Noor

KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Penajam Paser Utara (PPU) Riviana Noor belum menanggapi terkait hasil survei Yayasan Borneo Benuo Taka PPU tentang 5.565 jiwa di daerah ini yang tidak punya rumah.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini sekira pukul 09.24 Wita, Sabtu (18/1) melalui platform perpesanan WhatsApp (WA), ia mengatakan sedang cuti. Kaltim Post menanyakan apakah ada program untuk pembangunan perumahan bagi warga kurang mampu. “Saya lagi cuti. Bisa langsung ke kepala bidang atau kepala seksi yang menangani,” kata Riviana Noor, Sabtu (18/1).

Kendati demikian, saat menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) pada dinas ini, tahun lalu, Riviana Noor sempat menyatakan kepada media ini bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU telah memiliki dua skema untuk mengatasi masyarakat di Bumi Daya Taka yang belum punya rumah.

Dua skema itu adalah, pertama, melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Dijelaskannya, untuk mendapatkan program ini warga harus memiliki rumah yang tidak layak huni, dan didukung alas hak

Disebutkannya, bahwa melalui BSPS ini warga diberi bantuan uang tunai Rp 25 juta per unit termasuk bahan bangunan dan upah tukang. Teknis pembangunannya, katanya, seperti program bedah rumah.

Bagi warga yang tidak punya alas hak dan rumah yang tak layak huni, maka, harus dibangunkan rumah pada satu kawasan yang lahannya disiapkan oleh pemerintah dengan syarat dan ketentuan. Ia kemudian mencontohkan seperti korban kebakaran pada satu tempat yang kemudian direlokasi pada kawasan lain.

Masalahnya, kata Riviana Noor, mereka mau atau tidak dibuatkan rumah dalam satu kawasan? Dan syaratnya untuk mengikuti program ini harus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sudah menikah, dan bersedia ditempatkan satu kawasan. Sedangkan kategorinya rumah yang dibangun adalah rumah khusus.

Dia mencontohkan,  rumah khusus ini telah dibangun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terunen, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, PPU sebanyak 65 unit. Ia merinci, tipe rumah 36/150, ukuran tanah per kaveling 10×15 meter yang dibangun pada 2018 bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Penghuni rumah tersebut telah mendapatkan surat keputusan (SK) hunian dari pemerintah daerah yang diserahkan langsung kepada warga penerima manfaat. Jumlah 65 unit itu 15 unitnya dibangun atas biaya APBD PPU.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah penduduk di PPU 2021 sebanyak 185 ribu jiwa. Dari jumlah ini, 5.565 jiwa atau 3 persen pada November 2022 terdata tidak punya rumah untuk tempat tinggal. Mereka ini sebagian besar ikut menumpang pada rumah keluarga.

Jumlah terbesar kedua warga yang tidak punya rumah, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Yayasan Borneo Benuo Taka PPU, tercatat terdapat pada kecamatan yang masuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yaitu Kecamatan Sepaku, PPU, sebanyak 1.503 kepala keluarga (KK).

“Jumlah KK yang tidak punya rumah itu di kawasan IKN pada 2025 ini berpotensi bertambah. Kalau pun berkurang kemungkinannya juga tidak banyak,” kata Ketua Yayasan Borneo Benuo Taka PPU, Rudiansyah, Sabtu (18/1).

Rudiansyah yang juga sekretaris umum Perhimpunan Keluarga Besar Suku Kalimantan (PKBSK) Kaltim itu, mengungkapkan, data yang dihimpun dijamin valid. Sebab, sebelum pendataan terlebih dahulu dia menurunkan tim sosialisasi ke masyarakat.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan menurunkan tim pendataan, dan setiap warga yang tidak punya rumah mengisi formulir keterangan tidak punya rumah di atas kertas bermeterai, diteken ketua RT setempat, dan diketahui kepala desa atau lurah. Pendataan yang dia lakukan, katanya, tidak ada afiliasi dengan pihak manapun.

“Kegiatan survei ini murni sosial dan untuk membantu pemerintah daerah yang kami harapkan dari data tersebut dapat dilanjutkan dengan langkah-langkah diperlukan. Data ini segera kami sampaikan ke Pemkab PPU dan Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara. Kami tidak berharap di tengah deru pembangunan IKN, tetapi masih terdapat ribuan warga penyangga IKN yang tidak memiliki rumah sendiri,” katanya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) PPU ini melanjutkan, di Kecamatan Sepaku, PPU terdapat 15 desa dan kelurahan, dan berdasarkan survei di Kelurahan Maridan terdapat 247 KK tak punya rumah; Desa Pemaluan 37 KK; Kelurahan Sepaku 132 KK; Desa Telemow 221 KK; Desa Karang Jinawi 68 KK; Desa Sukaraja 34 KK; Desa Semoi Dua 90 KK; Desa Tengin Baru 119 KK; Desa Bumi Harapan 84 KK; Desa Binuang 142 KK; Desa Sukomulyo 67 KK; Desa Mentawir 17 KK; Desa Bukit Raya 103 KK; Desa Wonosari 49 KK;  Desa Argomulyo 93 KK.

Sedangkan di Kecamatan Penajam jumlah warga yang tidak punya rumah menempati ranking pertama setelah Sepaku. Yaitu, 2.578 KK tersebar pada 23 desa dan kelurahan masing-masing Desa Girimukti 90 KK; Desa Giripurwa 98 KK; Desa Sidorejo 80 KK; Desa Bukit Subur 59 KK; Kelurahan Penajam 766 KK; Kelurahan Gunung Seteleng 140 KK; Kelurahan Buluminung 24 KK; Kelurahan Nenang 100 KK; Kelurahan Nipahnipah 30 KK; Kelurahan Sesumpu 15 KK; Kelurahan Sungai Parit 105 KK; Kelurahan Kampung Baru 23 KK; Kelurahan Pejala 10 KK; Kelurahan Saloloang 63 KK; Kelurahan Tanjung Tengah 10 KK; Kelurahan Lawelawe 30 KK; Kelurahan Petung 104 KK; Kelurahan Riko 170 KK; Kelurahan Sotek 240 KK; Kelurahan Sepan 100 KK; Kelurahan Jenebora 141 KK; Kelurahan Gersik 150 KK, Kelurahan Pantailango 30 KK.

Selanjutnya, jumlah KK terbanyak ketiga yang tidak punya rumah berdasarkan hasil survei yayasan ini terdapat di Kecamatan Babulu sebanyak 1.032 KK, tersebar di Desa Labangka Barat 120 KK; Desa Labangka 150 KK; Desa Babulu Darat 125 KK; Desa Babulu Laut 106 KK; Desa Sebakung Jaya 45 KK; Desa Sumber Sari 49 KK; Desa Sri Raharja 90 KK; Desa Rawa Mulya 71 KK; Desa Gunung Intan 46 KK; Desa Gunung Mulia 106 KK; Desa Gunung Makmur 84 KK; Desa Rintik 40 KK. “Sedangkan untuk di Kecamatan Waru jumlah warga yang tak punya rumah berdasarkan hasil survei kami adalah 284 KK. Jumlah ini tersebar pada Kelurahan Waru 30 KK; Desa Sesulu 98 KK; Desa Bangun Mulya 36 KK; Desa Apiapi 120 KK,” jelas Rudiansyah. Apabila dirinci per kecamatan, tambahnya, data warga kurang mampu yang tak punya rumah secara berurutan dari terbanyak 1 hingga 4, yaitu Penajam 2.578 KK, Sepaku 1.503 KK, Babulu 1.032 KK, Waru 284 KK. (*)

Editor : Almasrifah
#penajam paser utara #ppu