Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jembatan Penghubung Sepan-Bukit Subur Terhambat Hujan, Kapan Selesai?

Ari Arief • Rabu, 29 Januari 2025 | 13:44 WIB
TERPUTUS: Plt Kepala Dinas PUPR PPU, Sodikin (depan) dan Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro saat hari pertama berada di lokasi jalan poros Bukit Subur-Sepan yang terputus.
TERPUTUS: Plt Kepala Dinas PUPR PPU, Sodikin (depan) dan Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro saat hari pertama berada di lokasi jalan poros Bukit Subur-Sepan yang terputus.

 

KALTIMPOST.ID, Pembangunan jembatan permanen untuk menghubungkan jalan poros di Desa Bukit Subur dan Kelurahan Sepan di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) yang terputus pada Minggu (19/1), belum rampung.

Pembangunan jembatan ini terhambat disebut-sebut diakibatkan oleh faktor turun hujan, akhir-akhir ini.

Di samping, aliran air yang menembus jalan poros yang terputus cukup deras.

“Iya, terhambat akibat turun hujan belakangan ini, dan mudah-mudahan cuaca segera mendukung sehingga jembatan permanen bisa segera selesai, kasihan masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Sodikin, Rabu (29/1).

 Baca Juga: Cari Inspirasi, Pj Bupati ke BPDAS dan KUB Segara Guna Batu Lumbang

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Sekretaris Dinas PUPR PPU, Muhammad Ali Musthofa saat disinggung progres pembangunan jembatan permanen tersebut, kemarin.

“Iya, akibat cuaca yang kurang bersahabat sehingga mempengaruhi kegiatan pembangunan jembatan permanen, termasuk faktor air yang mengalir juga cukup deras. Namun, kami berharap agar pembangunan jembatan segera dapat dirampungkan,” kata Muhammad Ali Musthofa.

Seperti diwartakan, sebelum membangun jembatan permanen, Dinas PUPR PPU telah membangun jembatan sementara di hari kedua, Senin (20/1), atau sejak kali pertama jalan terputus akibat tergerus aliran sungai itu, dan sudah bisa dilewati warga pejalan kaki, roda dua, dan kendaraan roda empat jenis kecil.

Hanya, kata Plt Kepala Dinas PUPR PPU, Sodikin, Selasa (21/1), jembatan sementara itu ambrol pada bagian penyangga akibat dilewati kendaraan roda empat jenis besar.

Jembatan sementara ini dibangun hanya pada satu sisi dari keseluruhan lebar jalan yang terputus dan dilewati arus air.

Ukurannya pun hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda empat jenis kecil saja. “Jembatan yang kami bangun itu sifatnya hanya jembatan darurat, dan sudah kami sampaikan ke lurah dan kades agar diimbau masyarakat. Artinya, karena itu jembatan yang sifatnya emergency itu kalau untuk mobil pikap saja bisa. Tetapi, kalau truk jangan dulu lah. Kemarin saya lihat sebagai topangan tanah pada jembatan juga sedikit longsor lagi, ambrol,” kata Sodikin yang juga asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setkab PPU, itu.

Baca Juga: Jenazah WNI Korban Penembakan di Malaysia Tiba di Tanah Air Hari Ini!

Kepala Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, PPU, Asep Andriawan, Rabu (29/1) membenarkan apabila pembangunan jembatan di desanya itu belum rampung.

”Terhambat cuaca. Alhamdulillah jembatan darurat sudah bisa dilewati, walaupun kendaraan yang melintas dibatasi hanya roda 2 dan 4 saja yang jenis kecil,” kata Asep Andriawan.

Dia berharap pembangunan jembatan segera selesai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal lagi.

Sebelum dibangun jembatan darurat, terputusnya jalan poros ini melumpuhkan aktivitas masyarakat. Petani kesulitan mengangkut hasil pertanian, sementara pedagang mengalami kendala dalam distribusi barang.

 Baca Juga: PMI Ditembak Mati di Malaysia, DPR Geram: Ini Pelanggaran HAM Berat!

Akibatnya, perekonomian warga terganggu. Selain itu, sejumlah siswa SMA Negeri 6 Sotek yang tinggal di Bukit Subur terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar-mengajar karena terkendala akses jalan. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#pembangunan jembatan #ppu #cuaca buruk #jembatan #akses jalan