Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Inspiratif Masrani, Lurah Peduli Lingkungan hingga Penggerak Penghijauan

Ari Arief • Kamis, 6 Februari 2025 | 12:45 WIB

HIJAUKAN PENAJAM: Masrani (kiri) saat mengawasi kedua stafnya merawat bibit buah dan bunga di kebun yang disiapkan untuk mewujudkan obsesinya menghijaukan Penajam, PPU. (FOTO: ARI/KP)
HIJAUKAN PENAJAM: Masrani (kiri) saat mengawasi kedua stafnya merawat bibit buah dan bunga di kebun yang disiapkan untuk mewujudkan obsesinya menghijaukan Penajam, PPU. (FOTO: ARI/KP)
Di tengah kesibukannya sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Masrani memiliki dedikasi tinggi terhadap penghijauan lingkungan. 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Mantan Lurah Jenebora, Kecamatan Penajam, PPU, itu memanfaatkan lahan seluas 15x40 meter persegi miliknya untuk membangun sebuah kios perkebunan yang menjadi tempat budidaya berbagai jenis bibit buah dan bunga. 

"Saya ingin menghijaukan Penajam Paser Utara, minimal, saat ini menghijaukan Penajam sebagai ibu kota PPU," kata Masrani saat ditemui di kiosnya di Jl. H Muhammad Kasim, RT 1, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, Kamis (6/2).

Kios perkebunan milik Masrani yang sekarang menjabat sebagai kepala Bidang Pertanahan dan Permakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) PPU itu, tidak hanya menjadi tempat ia menyalurkan hobinya berkebun, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar. 

Ia mengaku seringkali memberikan bibit tanaman secara gratis kepada warga yang ingin ikut serta dalam upaya penghijauan lingkungan. 

Buah yang dikembangkan di area kiosnya yang dijaga dua stafnya itu adalah jenis rambutan, jambu air, jambu kristal, mangga, dan lain-lain. Begitu juga bunga yang dikembangkan adalah jenis asoka, melati China, batik Indonesia, berbagai macam bunga paku, kerokot, dan lain-lain. “Saya memang ingin sekali menghijaukan Penajam,” ujarnya.

Upaya menuju hal ini dapat terwujud pun sudah dilakukannya. Bahkan, untuk ini, ia telah diganjar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU sebagai lurah peduli lingkungan pada 2021, saat dia menjabat lurah Jenebora. 

Saat ini, untuk mewujudkan ambisinya menghijaukan Penajam ia telah memberitahu manajemen Sekolah Islam Terpadu (SD, SMP, SMA) di daerahnya untuk disulapnya menjadi pusat belajar-mengajar yang asri dengan pepohonan yang menghijau. 

“Untuk saat ini sudah saya siapkan 50 pot bunga yang diisi dengan berbagai macam jenis bunga. Pot-pot dan isinya itu saya wakafkan untuk Sekolah Islam Terpadu Penajam supaya bisa dilihat sebagai percontohan, untuk hijaukan Penajam,” jelasnya.

Secara bertahap, lanjutnya, di lingkungan sekolah tersebut tidak hanya diisi oleh berbagai bunga yang kelak bermekaran menambah pemandangan yang indah, namun, di lahan milik sekolah dimaksud bakal diisinya pula dengan tanaman buah. “Jadi, nanti tidak hanya kelihatan hijau dan indah oleh bunga yang bermekaran, tetapi sekaligus dapat dimanfaatkan pula buah-buah yang ada,” ujarnya.

Selain di sekolah ini, kata Masrani, percontohan yang sama telah dia terapkan pada sebuah pondok pesantren di kawasan Jl. Silkar, Petung, Kecamatan Penajam, PPU. “Kalau di situ masih ada beberapa pot saja,” jelasnya.

Di Penajam khususnya nama Masrani terkait dengan penghijauan sudah cukup dikenal. Keterkenalan namanya itu pun berbuah manis. Dia kerap diundang lembaga, dinas, instansi untuk dibuatkan desain penghijauan di dalam maupun di luar ruangan. 

Baca Juga: Kemenhub Masih Kelola BCT, Rencana Diserahkan ke Pemkot Balikpapan Juli 2027

“Alhamdulillah, untuk ini saya sudah dapat banyak kontrak dari beberapa kantor perbankan,” ucapnya. “Saya berharap akan semakin banyak ASN yang peduli terhadap lingkungan. Dengan begitu, PPU akan menjadi daerah yang hijau dan nyaman untuk ditinggali,” pungkas Masrani.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#Kabupaten ppu #perkebunan anggur