Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kisah Inspiratif Mantan Kepala BKPSDM PPU, Buktikan Pekarangan Rumah Bisa Hasilkan Pangan Sendiri!

Ari Arief • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:42 WIB
BIROKRAT KE KEBUN: H Ahmad Usman dari birokrat ke kebun. Tampak, ia berfoto dengan latar pohon kelengkeng yang mulai berbuah di depan rumahnya.
BIROKRAT KE KEBUN: H Ahmad Usman dari birokrat ke kebun. Tampak, ia berfoto dengan latar pohon kelengkeng yang mulai berbuah di depan rumahnya.

 

KALTIMPOST.ID, Awal Februari 2025 menjadi babak baru dalam kehidupan H Ahmad Usman. Setelah purna tugas sebagai kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Penajam Paser Utara (PPU), ia kini beralih profesi menjadi petani kebun.

Namun, bukan lahan luas yang ia garap, melainkan pekarangan belakang dan samping rumahnya di kawasan Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU.

Ahmad Usman sendiri adalah perantauan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) tergolong moncer.

Sempat menempati posisi kepala Dinas Pertanian, dan Asisten Administrasi Umum, Setkab PPU, dan saat memasuki persiapan pensiun ia diberi amanah sebagai kepala BKPSDM.

 Baca Juga: Perbasi Paser Bangga, Putri SMAN 1 Long Kali Juara AZA 3x3 Competition DBL Samarinda

Sejatinya, khusus kegiatan bercocok tanam ini bukanlah hal baru bagi Ahmad Usman. Sejak masih aktif sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, ia telah memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam berbagai tanaman produktif, seperti kelengkeng, rambutan, dan jambu kristal.

Kini, setelah pensiun, ia semakin fokus mengembangkan kebunnya yang diharapkannya dapat menjadi percontohan bagi warga lainnya.

Di kebunnya saat dikunjungi media ini, tampak tidak hanya tanaman buah, Ahmad Usman juga beternak ikan lele di dua kolam berukuran sedang yang ia bangun di belakang rumahnya.

Hasil panen ikan lele tidak ia jual, melainkan dibagikan kepada tetangga dan kolega. Baginya, kebahagiaan terletak pada berbagi hasil panen dengan orang-orang terdekat.

 Baca Juga: Modus Aplikasi Online Dibongkar di IKN, 2 PSK Terjaring OTT, Pelanggan Diduga Pekerja Bangunan

Di atas kolam itu dia bangun semacam pondok, dan kerap dia mengundang kolega untuk berdiskusi di situ, membahas berbagai persoalan pembangunan daerah, terutama saat ia masih aktif sebagai ASN.

“Sekarang juga masih kerap kawan-kawan datang dan berdiskusi di tempat ini sambil menikmati hasil kebun,” ujarnya.

Terkait lahan, baginya tidak perlu luasnya, namun pemanfaatan optimalisasinya. “Meski lahan yang saya garap tidak terlalu luas, jika dimaksimalkan, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan harian internal, dan berbagi untuk tetangga dan kolega,” kata Ahmad Usman yang mengundang secara khusus media ini untuk melihat dari dekat kebunnya itu, Minggu (23/2).

Ia mencontohkan, salah satu tanaman yang berperan menopang kebutuhan harian adalah lombok yang selalu tersedia untuk membuat sambal keluarga.

 Baca Juga: Stok 3 Bumbu Dasar Ini, Masak Sahur dan Buka Puasa Jadi Cepat Kilat, Dijamin Enak!

Keunikan kebun Ahmad Usman tidak hanya terletak pada keragaman tanaman dan ternak, tetapi juga pada keberadaan sarang tawon madu.

Ia mengajak setiap tamu yang datang untuk menikmati madu segar langsung dari koloni tawon yang ia kelola.

Warga yang datang langsung bisa menikmati madu kelulut atau kelanceng dengan memakai sedotan.

“Madu kelulut kaya akan antioksidan, propolis, dan nutrisi lainnya. Rasanya cenderung asam manis dengan aroma khas,” katanya.

Warga yang mendapatkan tawaran untuk menyedot madu langsung dari sumbernya tidak perlu khawatir, karena, tawon kelanceng tidak menyengat.

“Hanya siap-siapa saja dikeroyok, namun, tidak lama tawon kelulut kembali masuk ke sarangnya,” tambahnya.

 Baca Juga: Tak Sadar Punya Utang Puasa? Ini Cara Mudah Melunasinya sebelum Ramadan!

Ahmad Usman berharap kisah suksesnya dapat menginspirasi warga PPU lainnya untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka.

Ia menyayangkan masih banyak lahan luas di PPU yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Padahal, dengan pengelolaan yang baik, lahan tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Jika setiap keluarga di PPU memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam tanaman produktif, kita tidak akan kekurangan pangan,” tegas Ahmad Usman.

Ia yakin, kemandirian pangan dapat dimulai dari pekarangan rumah sendiri. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#pekarangan produktif #kemandirian pangan #Mantan Pejabat Bertani #urban farming