Mereka menuntut pembayaran atas hak mereka terkait gaji, jaminan sosial Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2025 yang sampai saat ini belum ada realisasi dari pihak perusahaan.
Ketika demo, karyawan menuntut hak gaji yang belum terbayarkan, iuran jaminan sosial (BPJS) yang dipotong dari upah kerja belum dibayarkan sejak Agustus 2024, serta pembayaran THR yang dapat dipastikan tidak tersalurkan jika PT KJM tidak membayar piutang kepada PT LAS.
“Kami tidak mau tahu. Apapun caranya hak kami harus dibayarkan,” kata salah satu pedemo, Jumat (21/3).
Pedemo lain kepada media ini memberikan penjelasan bahwa dari PT LAS, keterlambatan pembayaran atas hak karyawan tersebut disebabkan pihak owner PT KJM sampai saat ini belum melakukan pembayaran yang menunggak kepada PT LAS sejak September 2024.
Sejak periode tersebut, PT LAS sudah berusaha maksimal, bahkan telah memakai sumber dana internal demi memenuhi kewajiban atas pembayaran hak normatif terhadap karyawan.
“Namun pada awal periode 2025, PT LAS akhirnya sudah tidak mampu lagi menaggulangi tanggung jawabnya dengan tidak adanya pemenuhan komitmen dari pihak KJM yang membuat dampak besar khususnya pada karyawan dan keberlangsungan PT LAS pada umumnya,” jelasnya.
Project Manager PT LAS, Irvan A Saputra saat dikonfirmasi media ini, Jumat (21/3) menyampaikan bahwa, pihak KJM telah membuat perjanjian melalui surat resmi pada 20 Februari 2025, memuat perjanjian pembayaran yang akan dilakukan oleh PT KJM untuk menyelesaikan tanggung jawab PT LAS terkait hak karyawan yang belum terbayar, namun sampai surat tersebut jatuh tempo, masih belum ada realisasi pembayaran dari pihak KJM yang nilainya miliaran.
“Merasa tuntutan karyawan diabaikan, per 28 Februari 2025 semua karyawan kompak untuk melakukan mogok kerja, sehingga semua operasional penambangan PT LAS terhenti,” kata Irvan A Saputra.
Direktur PT KJM, Hari Purnomo yang sebelumnya menandatangani beberapa surat ke PT LAS berkaitan dengan persoalan keuangan tersebut, saat dikonfirmasi media ini lewat platform perpesanan WhatsApp (WA) sekira pukul 11.21 Wita, Jumat (21/3) tidak direspons. Kendati pesan konfirmasi telah tampak dua centang biru tanda pesan terbaca. (*)
Editor : Almasrifah