Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi seluruh masyarakat pelanggan di Bumi Benuo Taka, PPU.
Kedelapan poin usulan tersebut dirancang untuk mengakomodasi berbagai aspek kebutuhan masyarakat serta mempertimbangkan keberlangsungan operasional perusahaan.
Saat ditanya media ini, Minggu (4/5) ia membeberkan ke delapan poin tersebut. Pertama, sambungan air bersih gratis namun penggunaan air dikenakan tarif.
Kedua, gratis air bersih hanya untuk tempat ibadah. Ketiga, program ditujukan hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Keempat, kombinasi ketiga opsi sebelumnya.
Kelima, air bersih gratis bagi pelanggan R2, R3, dan R4. Keenam, semua pelanggan menggunakan watermater digratiskan.
Ketujuh, gratis untuk seluruh pelanggan, kecuali perkantoran. Ke delapan, pemerintah daerah menentukan opsi sendiri.
Inisiatif yang digagas oleh Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang berkualitas dan terjangkau.
Diharapkan, usulan-usulan ini dapat menjadi bahan pertimbangan yang konstruktif bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang optimal untuk pelayanan air bersih di Kabupaten PPU.
Keputusan akhir terkait implementasi usulan-usulan ini sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah, dengan harapan dapat segera terealisasi demi kemaslahatan seluruh warga.
Abdul Rasyid mengatakan, nanti Bupati PPU, Mudyat Noor yang mengumumkan poin apa saja terkait air bersih ini berdasarkan ketersediaan anggaran pada pemerintah maupun pada Perumda AMDT PPU.
“Untuk saat ini masih dilakukakan perhitungan. Opsinya bisa jadi seperti mengacu poin-poin yang kami usulkan, atau bisa jadi beliau munculkan opsi baru. Prinsipnya kami siap melaksanakan dan menjalankan tugas atau penugasan bupati sesuai dengan visi-misi beliau,” kata Abdul Rasyid, menegaskan. (*)
Editor : Almasrifah