KALTIMPOST.ID, Perjalanan badan usaha milik desa (BUMDesa) Payang Sejahtera, Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) ini, yang ditandai dengan evolusi strategis dan kinerja keuangan yang mengesankan, menawarkan cetak biru yang menarik bagi badan usaha milik desa lainnya, terutama yang berada di Penajam Paser Utara (PPU), yang berupaya memaksimalkan potensi mereka.
Namun, banyak bumdesa yang tampak tertatih-tatih di PPU dan tidak maksimal di dalam menjalankan fungsi usaha.
Konsultan Pengembangan Ekonomi Perdesaan, Akhmad Bustanul Arif, mereferensikan kepada pengurus bumdesa di PPU untuk belajar melakukan pengembangan usaha milik desa itu dengan mendatangi BUMDesa Payang Sejahtera ini.
“BUMDesa di PPU yang ingin maju dengan menghasilkan pendapatan asli desa (PAD) bisa belajar ke sini,” kata Akhmad Bustanul Arif, direktur Yayasan Imadaya Suluh Nusantara, yang sudah go public dalam pengembangan ekonomi perdesaan melalui pemberian konsultasi itu, Minggu (11/5).
Baca Juga: Mengenal Bus Shalawat, Layanan 24 Jam Antar Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram
Dia mengajukan bumdesa tersebut sebagai tempat menimba ilmu memang bukan tanpa alasan.
Profil bumdesa ini menunjukkan perkembangan usaha yang patut ditiru. Berdasarkan data, didirikan pada Desember 2012 melalui upaya kolaboratif antara pemerintah desa dan masyarakat, BUMDesa Payang Sejahtera secara konsisten beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi.
Revisi dalam manajemen pada tahun 2016 dan penyesuaian lebih lanjut pada tahun 2021, yang diresmikan dalam Peraturan Desa No. 3 Tahun 2021, menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang progresif.
Dengan visi yang jelas untuk menjadi badan usaha desa terkemuka di Kalimantan Timur, BUMDesa Payang Sejahtera telah menyusun operasinya di sekitar misi utama: administrasi yang baik, praktik bisnis yang andal, dan kemitraan yang kuat dengan bisnis dan penduduk lokal.
Baca Juga: Bangkit Perlahan, Bluefin Mulai ke Jalur Positif
Salah satu aspek yang paling menonjol dari BUMDesa Payang Sejahtera adalah portofolio unit bisnisnya yang terdiversifikasi.
Ini termasuk jasa angkutan tandan buah segar (TBS) dari perkebunan ke pabrik pengolahan, melibatkan 44 pekerja dan armada truk.
Kemudian, membuka agen Brilink BRI dengan menyediakan layanan perbankan penting bagi masyarakat; jasa boga katering yaitu bermitra dengan penyedia makanan lokal untuk menyediakan katering; penyuplai air minum tambang dengan mengirimkan air ke operasi pertambangan, menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat; jasa laundry dan housekeeping melayani kebutuhan asrama karyawan perusahaan; pengelolaan food court, mengoperasikan food court yang mempekerjakan 17 karyawan dan 1 koordinator.
Tidak hanya itu, bumdesa ini juga melakukan pekerjaan angkutan karyawan dengan bermitra untuk menyediakan jasa transportasi karyawan di perusahaan; pengelolaan kebun sawit, yaitu mengelola kebun sawit (± 10 hektare) milik Dinas Perkebunan Kabupaten Kukar; KP-SPAMS (Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) dengan menyediakan air bersih bagi desa.
Baca Juga: Mesin Kapal Mati saat Perjalanan Memancing, Tim SAR Evakuasi Tiga Orang yang Terombang-ambing
Berikutnya, mengerjakan jasa konstruksi dengan melakukan proyek konstruksi ketika ada peluang.
“Diversifikasi ini tidak hanya menciptakan banyak aliran pendapatan tetapi juga memaksimalkan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Pada 2023, BUMDesa Payang Sejahtera menyediakan lapangan kerja bagi 149 orang. Ini, patut ditiru untuk menuju keberhasilan bumdesa-bumdesa di PPU,” kata Akhmad Bustanul Arif.
Kinerja keuangan BUMDesa Payang Sejahtera, lanjut dia, adalah bukti keberhasilannya.
Pada tahun 2023, BUMDesa mencatat total pendapatan (omset) sebesar Rp 27.669.547.700.
Kontribusi terbesar berasal dari unit katering dan laundry/housekeeping. BUMDesa juga menunjukkan profitabilitas yang kuat, dengan laba bersih sebesar Rp 1.297.922.280 pada tahun 2023, yang kemudian didistribusikan ke dana desa, cadangan modal, pengurus, dana sosial, dan pelatihan.
Baca Juga: Berkunjung ke Kawasan IKN, Pilihan Penginapan Kini Makin Banyak
Lintasan pertumbuhan BUMDesa Payang Sejahtera tergambar jelas dalam peningkatan pendapatan dan keuntungan dari tahun 2017 hingga 2023.
Prestasi BUMDesa Payang Sejahtera telah mendapatkan pengakuan yang signifikan.
Khususnya, BUMDesa ini menduduki peringkat ke-2 dalam lomba tingkat provinsi untuk pengelolaan keuangan dan aset pada tahun 2019.
BUMDesa ini juga telah menerima banyak kunjungan dari daerah lain yang ingin belajar dari praktik terbaiknya, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Desa Surian Hanyar.
Bahkan, BUMDesa ini mendapat kunjungan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada tahun 2021.
Baca Juga: Bisa Picu Stroke, Ini Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak, Jangan Sampai Terlambat!
Akhmad Bustanul Arif melihat potensi BUMDesa Payang Sejahtera berdiri sebagai model teladan bagi bumdes di PPU.
Dengan merangkul diversifikasi, memprioritaskan manajemen yang baik, dan membina hubungan masyarakat yang kuat, bumdes di wilayah tersebut dapat membuka potensi mereka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan mata pencaharian penduduk mereka.
“Kunjungan ke Desa Sungai Payang dapat memberikan wawasan dan inspirasi yang tak ternilai bagi bumdes yang ingin meniru kisah sukses ini,” katanya, menegaskan. ***
Editor : Dwi Puspitarini