Bupati PPU Hadiri Sarasehan Kebangsaan di Jakarta, Mudyat Noor: Tambah Wawasan Hadapi Geopolitik Global

Ahmad Maki • Dipublikasikan Rabu, 21 Mei 2025 | 13:17 WIB
HADIR: Mudyat Noor didampingi Agus Dahlan dan Muchtar tiba di Jakarta untuk mengikuti sarasehan kebangsaan. (IST)
HADIR: Mudyat Noor didampingi Agus Dahlan dan Muchtar tiba di Jakarta untuk mengikuti sarasehan kebangsaan. (IST)

 

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA—Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri sarasehan kebangsaan bertajuk Perubahan Geopolitik Dunia dalam Peluang Menuju Indonesia Raya, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta, Selasa (20/5).

Kegiatan itu diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan dihadiri 847 peserta dari berbagai unsur, termasuk pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, gubernur, dan para kepala daerah se-Indonesia.

Sarasehan mengangkat tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya”.

Kegiatan ini menjadi wadah dialog lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.

Mudyat menyatakan, forum tersebut sangat penting bagi para kepala daerah untuk menambah wawasan, serta memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, perubahan geopolitik global saat ini tidak hanya berdampak pada tatanan internasional, tetapi juga langsung terasa hingga ke tingkat lokal.

"Melalui sarasehan banyak hal yang kami peroleh, khususnya strategi dan langkah konkret dalam menghadapi perubahan global yang berdampak hingga ke daerah. Mudah-mudahan wawasan yang kami dapat bisa diterapkan di lingkungan Pemkab PPU," ujarnya didampingi Kepala Kesbangpol PPU Agus Dahlan, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setkab PPU, Muchtar.

Komitmen Pemkab PPU dalam mendukung program-program pemerintah pusat, termasuk implementasi nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Sarasehan ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan siap menghadapi tantangan global, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang berideologi Pancasila.

Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam laporannya menyampaikan bahwa sarasehan ini bertujuan sebagai ajang memperkuat ideologi Pancasila di tengah berbagai tantangan geopolitik yang semakin kompleks.

“Sarasehan ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan dan ketangguhan bangsa dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan utama,” ujar Yudian. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama bangsa Indonesia dalam menjaga kerukunan dan stabilitas di tengah keragaman suku, budaya, dan agama.

“Setiap bangsa memiliki pondasi, dan bangsa Indonesia memiliki pondasi yang kuat yaitu Pancasila. Tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tetapi juga kehilangan masa depan,” pungkas Ahmad Muzani. 

Editor : Dwi Restu A
pemkab ppu Mudyat Noor sarasehan