KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah melakukan evaluasi terhadap kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang tersebar pada empat kecamatan seluruh PPU.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan, Diskan PPU Musakkar, yang mengatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 500 kelompok, namun belum semuanya dipastikan aktif.
Baca Juga: Dispusip PPU Upayakan Penguatan Literasi, Pilar Pembangunan SDM Unggul
"Pokdakan kita itu mau evaluasi lagi. Kalau dilihat dari jumlah yang lama dan yang baru, pasti ada pertambahan. Sekarang itu sekitar 500, tapi kami mau evaluasi, apakah semuanya masih aktif," ujar Musakkar, Kamis (22/5/2025).
Berdasarkan data terakhir yang digunakan oleh Diskan PPU, jumlah pokdakan yang tercatat sebanyak 472 kelompok, merujuk pada Surat Keputusan (SK) Bupati.
Namun, Musakkar menekankan bahwa angka tersebut bisa berubah. Baik berkurang karena tidak aktif, maupun bertambah karena pembentukan kelompok baru.
Uniknya, sebagian besar anggota pokdakan berasal dari latar belakang profesi utama sebagai nelayan tangkap di laut. Budidaya ikan menjadi pekerjaan sampingan mereka.
"Sebagian dari mereka itu nelayan juga. Pekerjaan utamanya nelayan di laut, budidaya ini sebagai pekerjaan sampingan. Tapi rata-rata sih masih aktif," jelasnya.
Musakkar menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama para penyuluh perikanan dan Kepala Diskan PPU, Rozihan Azward, guna menyusun langkah evaluasi yang lebih komprehensif.
Tujuannya adalah untuk memilah kelompok yang benar-benar aktif dari yang hanya sekadar menunggu bantuan.
Baca Juga: Sindikat Penyalahgunaan Pupuk Subsidi di PPU! Melibatkan Petani dan Pengepul
Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program pembinaan perikanan budidaya di PPU serta memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Pemerintah juga ingin mendorong kemandirian para pelaku budidaya agar tidak terus bergantung pada bantuan, melainkan bisa tumbuh menjadi pelaku usaha yang kuat di sektor perikanan.
Musakkar memastikan bahwa proses evaluasi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk para penyuluh di lapangan, untuk mendapatkan gambaran riil kondisi kelompok di masing-masing kecamatan.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi fondasi perencanaan program yang lebih baik dan berkelanjutan ke depannya.
"Jangan sampai ada kelompok yang hanya diam saja, tidak bergerak. Kami dari pemerintah bukan hanya memberikan bantuan stimulan, tapi juga melakukan pembinaan supaya kelompok itu bisa mandiri," tegasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi