KALTIMPOST.ID, Harapan terhadap upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) kini semakin terbuka lebar.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 15.031.562.952 untuk tahun anggaran 2025, yang akan secara signifikan memperkuat fasilitas dan kapasitas di rumah sakit ini.
Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Santoso, mengungkapkan bahwa anggaran ini telah direncanakan dengan matang untuk berbagai perbaikan fundamental dan pengembangan layanan spesialis.
“Dana ini akan kami manfaatkan untuk mendukung penguatan rumah sakit daerah, khususnya dalam sarana dan prasarana vital,” kata Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Santoso, Sabtu (24/5).
Baca Juga: 6 Perusahaan Ini Siap Bangun IKN, Ada Hotel Mewah hingga Sekolah Internasional
Dijelaskannya, beberapa pos anggaran utama akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur dan modernisasi peralatan medis.
Untuk penguatan RS daerah sarana, RSUD RAPB akan membangun gudang farmasi senilai Rp 1.000.000.000.
Sementara itu, prasarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) akan ditingkatkan dengan alokasi Rp 2.500.000.000.
Langkah ini, kata dia, untuk memastikan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan yang lebih baik.
Tak hanya itu, pengadaan alat kesehatan (alkes) menjadi prioritas dengan anggaran mencapai Rp 5.838.324.979.
Ini diharapkan akan memperbarui dan melengkapi peralatan medis yang esensial untuk diagnosis dan penanganan pasien.
Baca Juga: Mulai 5 Juni 2025, Diskon Listrik 50 Persen Hanya untuk Pengguna Daya Ini
Diungkapkannya pula, dalam upaya meningkatkan layanan spesialis, RSUD RAPB juga akan mengalokasikan dana untuk penguatan layanan jantung, stroke, dan urologi (KJSU).
Anggaran sebesar Rp 3.000.000.000 akan digunakan untuk pengadaan sarana Cath Lab, sebuah fasilitas krusial untuk diagnosis dan intervensi pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dia menguraikan, bahwa Cath Lab atau Catheterization Laboratory adalah laboratorium kateterisasi jantung yaitu sebuah ruangan khusus di rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan canggih untuk melakukan prosedur diagnostik dan intervensi pada penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama dengan bantuan sinar-X.
Prosedur ini membantu dokter untuk melihat pembuluh darah dengan detail, mendeteksi penyempitan, sumbatan, atau kondisi lainnya yang mungkin mengganggu fungsi jantung.
“Kami sangat optimistis dengan hadirnya Cathlab ini. Bersamaan dengan anggaran sebesar Rp 5,8 miliar lainnya yang akan dialokasikan untuk pembangunan gedung rawat layanan jantung, kami menargetkan pembangunan rampung tahun ini, dan peralatan akan dilengkapi pada tahun 2026,” jelas Lukasiwan.
Ia berharap, pada awal tahun 2027, RSUD RAPB sudah dapat secara mandiri melakukan operasi pemasangan ring jantung, sebuah langkah maju yang signifikan bagi kesehatan masyarakat PPU.
Selain itu, untuk penguatan Unit Transfusi Darah (UTD), rumah sakit akan mengalokasikan Rp 1.259.968.500 untuk prasarana Mobil UTD dan Rp 1.433.269.473 untuk alkes pendukung.
Baca Juga: Kalender Juni 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri: Catat Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya!
Ini, kata dia, akan meningkatkan kapasitas dan efisiensi dalam pelayanan darah, yang sangat vital untuk berbagai tindakan medis.
Disebutkannya, dengan kucuran dana Kemenkes ini, RSUD RAPB PPU siap bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang lebih modern, lengkap, dan mampu memberikan pelayanan optimal bagi seluruh masyarakat PPU dan sekitarnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini