Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Komitmen PPU terhadap Lingkungan, Setengah Ton Sampah Berhasil Dibersihkan dalam Gerakan Massal

Ari Arief • Jumat, 6 Juni 2025 | 14:29 WIB

 

PUNGUT SAMPAH: Waki Bupati PPU, Abdul Waris Muin (kiri) saat mengikuti bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.(ist)
PUNGUT SAMPAH: Waki Bupati PPU, Abdul Waris Muin (kiri) saat mengikuti bersih-bersih sampah di kawasan Pantai Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.(ist)
KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Mengisi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) telah menggelar kegiatan apel bersama dan aksi bersih sampah plastik secara serentak di seluruh wilayah desa, kelurahan, kecamatan, serta sekolah-sekolah se-Kabupaten PPU, Rabu, (5/6).

Kegiatan utama gerakan aksi ini dipusatkan di kawasan pesisir Tanjung Jumlai di Kecamatan Penajam, dipimpin Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin, sekaligus membacakan sambutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.

Wabup PPU, Abdul Waris Muin menyampaikan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah “Hentikan Polusi Plastik”, bukan sekadar slogan, melainkan seruan aksi kolektif untuk menghadapi ancaman nyata terhadap keberlanjutan bumi.

“Polusi plastik adalah bom waktu ekologis. Dunia memproduksi lebih dari 400 juta ton plastik setiap tahun, namun kurang dari 10 persen yang berhasil didaur ulang. Di Indonesia sendiri, sekitar 20 persen timbulan sampah adalah plastik, dan hanya 39 persen yang terkelola secara layak,” kata Abdul Waris Muin.

“Bumi tidak membutuhkan kita. Kitalah yang membutuhkan bumi. Mari kita wariskan alam yang bersih, bukan krisis yang ditinggalkan,” tambahnya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih yang berhasil mengumpulkan total 568,2 kilogram sampah, yang terdiri dari 179 kilogram sampah organik, 65 kilogram sampah an-organik, dan 328,2 kilogram sampah residu.

Aksi ini diikuti oleh sedikitnya 431 peserta dari berbagai unsur masyarakat, instansi, pelajar, dan relawan lingkungan.

Usai kegiatan, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas partisipasi seluruh warga.

“Saya mewakili Pemkab PPU menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah tergerak hatinya untuk turun langsung dalam kegiatan pungut sampah ini. Harapan saya, semangat ini tidak hanya berhenti di satu lokasi saja, tetapi menjadi budaya bersih yang tumbuh di seluruh wilayah PPU,” kata Tohar.

Lebih lanjut, ia mengajak semua elemen untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi atas kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Kita semua mencintai lingkungan yang bersih, namun seringkali harapan itu tidak sejalan dengan perilaku. Maka melalui gerakan bersama ini, mari kita wujudkan budaya bersih yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga ke komunitas yang lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab PPU dalam mendukung gerakan global penyelamatan lingkungan.

Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintahan desa hingga satuan pendidikan, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dapat tumbuh menjadi budaya kolektif yang mengakar, menuju masa depan Indonesia yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Almasrifah
#penajam paser utara #Hari Lingkungan Hidup sedunia 2025 #kementerian lingkungan hidup dan kehutanan #ppu #Abdul Waris Muin