Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Produksi Rumput Laut PPU Lampaui Target, Diskan Dorong Hilirisasi Demi Harga Lebih Baik

Ari Arief • Senin, 9 Juni 2025 | 14:01 WIB
RUMPUT LAUT: Produksi rumput laut saat dijemur petani di kawasan tambak Babulu Laut, Kecamatan Babulu, PPU.
RUMPUT LAUT: Produksi rumput laut saat dijemur petani di kawasan tambak Babulu Laut, Kecamatan Babulu, PPU.

KALTIMPOST.ID, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot pengembangan budi daya rumput laut jenis gracilaria sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani tambak dan nelayan.

Komoditas ini menunjukkan potensi besar, dengan produksi mencapai 9.270 ton di tahun 2024, melampaui target yang diproyeksikan sebesar 8.000 ton.

Angka ini menandakan capaian produksi sekitar 15 persen di atas target, membuktikan besarnya potensi rumput laut di PPU.

Pusat budi daya rumput laut jenis gracilaria sebagian besar berada di Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU, khususnya di Babulu Laut, Kecamatan Babulu.

Produksi rumput laut ini satu paket dengan tambak ikan, dan dari sentra ini dibeli langsung oleh pembeli yang datang ke lokasi dengan harga Rp 6.000 per kilogram, dan selanjutnya dikirim ke Kota Bontang.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Rozihan Asward, mengungkapkan bahwa sebenarnya harga jual rumput laut bisa lebih tinggi jika petani melakukan pengolahan lebih lanjut.

“Untuk sektor hilirnya ini nanti kami bakal beri pelatihan kepada petani rumput laut agar tidak hanya berupa rumput yang dijual, tetapi juga dalam bentuk lain yang harganya bisa didongkrak lebih baik lagi,” kata Rozihan Asward, Senin (9/6).

Potensi rumput laut ini sangat luas, bisa diolah menjadi agar-agar dan minuman untuk mendukung ketahanan pangan.

”Program ketahanan pangan ini perlu dukungan semua pihak, termasuk, dukungan dari petani rumput laut,” katanya.

Dia mengungkapkan, selama ini Pemkab PPU aktif memberikan pendampingan kepada nelayan dan petani tambak terkait tata cara budi daya rumput laut di tambak maupun perairan laut.

Pendampingan yang diberikan itu dengan harapan budi daya rumput laut dapat berkelanjutan dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendongkrak perekonomian masyarakat PPU.

Dijelaskannya, rumput laut jenis gracilaria dapat dipanen dalam rentang waktu 40 hari hingga dua bulan.

Selain itu, budi daya rumput laut dengan sistem polikultur, yaitu praktik bertani yang melibatkan penanaman beberapa jenis tanaman dalam satu lahan pada waktu yang sama atau bergiliran atau kombinasi dengan ikan bandeng juga dinilai dapat meningkatkan pendapatan petani tambak, karena rumput laut dapat menjadi sumber pakan bagi ikan bandeng sekaligus menjaga kualitas air.

“Untuk tahun 2025, target produksi budi daya rumput laut jenis gracilaria ditingkatkan menjadi 9.500 ton, naik sekitar 18 persen dari target produksi tahun lalu,” kata Rozihan Asward.

Editor : Hernawati
#budi daya rumput laut #petani tambak #Diskan #nelayan #rumput laut