Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menyusuri Heningnya Alam Pesisir PPU, Healing di Ekowisata Mangrove Kampung Baru

Ahmad Maki • Kamis, 12 Juni 2025 | 10:47 WIB

 

OBJEK WISATA: Maharani (baju merah) bersama Nia berswafoto di kawasan mangrove.   
OBJEK WISATA: Maharani (baju merah) bersama Nia berswafoto di kawasan mangrove.  

 

PENAJAM – Di tengah riuhnya rutinitas sehari-hari, dibutuhkan momen untuk menarik napas panjang, membiarkan diri larut dalam keheningan dan keindahan alam. Itulah yang dilakukan Maharani dan Nia, dua pekerja swasta asal Petung.

Mereka memutuskan untuk "healing" di kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Lokasi wisata yang terletak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, ini telah menjadi magnet bagi para pencari ketenangan.

Hanya sekitar 20 menit perjalanan dari Gerbang Madani melalui Jembatan Sesumpu, pengunjung akan disambut bentangan hutan mangrove yang rimbun, udara segar dan suara alam.

"Ya, kami lagi ingin healing dan ternyata ekowisata ini menawarkan suasana yang nyaman untuk melepas penat dari kesibukan pekerjaan sehari-hari," ujar Maharani sembari menyusuri jembatan ulin, Rabu (11/6/2025).

Waktu menunjukkan pukul 15.30 Wita, ketika cahaya matahari menembus sela-sela daun bakau yang rimbun dan menjulang. Sementara suara burung dan primata terdengar bersahutan, seakan menyambut pengunjung yang datang.

Bagi Maharani dan Nia, ini bukan kunjungan pertama. Mereka pernah menginjakkan kaki di tempat ini beberapa tahun lalu, saat kawasan tersebut baru dibuka untuk umum.

"Kami pernah kemari dulunya, saat tempat wisata ini baru dibuka," kenang Maharani. "Sekarang jauh lebih tertata, maksudnya rutenya lebih panjang dan jembatannya terasa lebih lebar. Suasananya tetap alami, dan yang paling saya suka adalah suasana sunyi yang jauh dari hiruk pikuk jalan raya," katanya.

Bagi Maharani, tak hanya jembatan ulin yang menjadi daya tarik. Di sepanjang perjalanan menuju lokasi, para wisatawan disuguhi panorama tambak-tambak milik warga yang menghias sisi kanan dan kiri jalan.

Meski akses mobilitasnya masih berupa jalan agregat, pemandangan alam di sepanjang rute seolah membayar lunas setiap getaran berkendara.

Ekowisata Mangrove Kampung Baru ini telah mengalami revitalisasi signifikan. Pada 14 Desember 2024 lalu, proses revitalisasi kawasan ini diresmikan oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.

Jembatan sepanjang 677,8 meter dengan lebar dua meter pun dibangun untuk memudahkan wisatawan menyusuri kawasan.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief, ekowisata ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi lingkungan.

"Kami merancang kawasan ini sebagai sarana wisata sekaligus edukasi yang representatif, termasuk penyediaan informasi tentang jenis-jenis mangrove dan satwa yang hidup di kawasan ini," ujar Andi, saat ditemui di kantornya, Rabu (11/6/2025).

Andi Israwati kemudian mengajak awak media ini untuk melakukan kunjungan lapangan dengan didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Zuzlizar Rakhman, atau yang akrab disapa Bang Zul.

Bang Zul menjelaskan bahwa kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda tergantung waktu kunjungan.

"Pagi hari dan sore hari, suasananya sangat sejuk. Saat pasang surut air laut, nuansanya berubah lagi. Bahkan kalau jembatan diperpanjang hingga ke arah laut, kita bisa menikmati keindahan gusung," ucapnya penuh antusias.

Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta sekitar dalam meningkatkan fasilitas di kawasan tersebut, serta mendukung rencana pengembangan lebih lanjut melalui proses appraisal lahan untuk mendorong kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) PPU.

Di balik seluruh keindahan dan rencana besar itu, kawasan Ekowisata Mangrove Kampung Baru, tetap memberikan suguhan sederhana yang menjadi alasan wisatawan kembali, yakni ketenangan dan kedekatan pengunjung dengan alam. Seperti yang dirasakan Maharani dan Nia. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kampung baru #mangrove #penajam #Gerbang madani #ekowisata