0
KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Di tengah gempuran gawai dan hiburan digital, anak-anak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih setia melestarikan berbagai permainan tradisional.
Fenomena ini menjadi sorotan utama bagi Humas DPC Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Eko Supriyadi, yang melihat antusiasme tinggi dari generasi muda dalam menjaga warisan budaya ini.
“Sama seperti di wilayah Kalimantan Timur lainnya, anak-anak kita di PPU ini gigih sekali memainkan berbagai permainan tradisional. Ini penting sekali untuk terus kita jaga,” kata Eko Supriyadi, Kamis (12/6).
Eko menyebutkan beberapa permainan yang masih akrab di telinga dan tangan anak-anak PPU, seperti Belogo dan Pindah Bintang. Tak hanya itu, permainan yang sudah mendunia seperti lompat tali dan engklek juga tetap menjadi primadona di setiap sudut kampung.
“Selain yang populer itu, ada juga permainan tradisional khas Paser yang mungkin juga ada di Penajam Paser Utara, seperti Timbek Juluk, Besimbon, Sipek Bulu Manuk, Sambang Asin, Betor, Ukau, dan Menyeput,” tambah Eko.
Eko Supriyadi kemudian menguraikan detail menarik di balik permainan-permainan tersebut. Belogo, urainya, adalah permainan ini punya jejak sejarah yang panjang, dibawa dari Sulawesi ke tanah Paser saat masa Kesultanan Paser.
Pindah Bintang yang ia sebut sebagai sebuah permainan yang seru “Kalau lagi hompimpah terus enggak dapat tempat, rasanya deg-degan kayak bintang yang mau jatuh,” katanya.
Permainan ini disebutnya memang unik, meniru gerakan bintang yang berkelap-kelip, di mana peserta harus mencari tempat pijakan setelah menentukan "pemain tanpa tempat" melalui hompimpah.
Kemudian, Lompat Tali dan Engklek. “Semasa kanak-kanak dulu saya suka banget lompat tali, biar sehat dan bisa ketawa-ketawa sama teman,” kata Eko.
“Engklek itu asyik, apalagi kalau bisa sampai selesai tanpa jatuh, rasanya kayak juara!” tambahnya. Kedua permainan ini disebutnya memang tak lekang oleh waktu, menjadi favorit anak-anak di berbagai daerah.
Secara umum, Eko Supriyadi menegaskan bahwa aktivitas bermain tradisional ini bukan hanya sekadar hiburan. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas daerah di Penajam Paser Utara.
Gelak tawa dan semangat anak-anak ini menjadi bukti bahwa warisan leluhur masih hidup dan berkembang di tengah mereka.
Eko Supriyadi saat ini sedang memikirkan untuk melestarikan budaya lokal tersebut. Ia berpikir untuk menginisiasi agar lomba permainan anak-anak lokal menjadi agenda rutin pada setiap momentum hari ulang tahun daerah atau hari-hari besar nasional. Usulan ini disampaikan secara internal kepada pihak adat dan pemerintahan setempat.
Eko Supriyadi menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari pengamatannya terhadap antusiasme anak-anak PPU dalam memainkan berbagai permainan tradisional.
“Kami melihat anak-anak kita begitu semangat memainkan Belogo, Pindah Bintang, bahkan permainan seperti lompat tali dan engklek. Ini menunjukkan bahwa warisan budaya ini masih hidup di tengah mereka,” ujar Eko.
Menurutnya, menjadikan lomba permainan tradisional sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan daerah dan nasional akan memberikan banyak manfaat.
“Ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana efektif untuk mengenalkan, menanamkan, dan melestarikan nilai-nilai budaya Paser kepada generasi penerus,” tambahnya. (*)
Editor : Almasrifah