Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Teror Buaya di Gersik Belum Berakhir, Usai Satu Terjebak, Dua Predator Masih Mengintai, Kolam Bersiap Dikuras

Ari Arief • Jumat, 4 Juli 2025 | 12:37 WIB
RAPAT BAHAS BUAYA: Warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, PPU saat rapat membahas ancaman buaya di kolam air yang sehari-hari dikonsumsi warga di kelurahan itu.
RAPAT BAHAS BUAYA: Warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, PPU saat rapat membahas ancaman buaya di kolam air yang sehari-hari dikonsumsi warga di kelurahan itu.

KALTIMPOST.ID, Warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini masih dihantui perasaan waswas dan terancam keselamatan jiwanya, setelah tiga buaya ganas yang diketahui berjenis buaya muara dipergoki warga menghuni kolam air di wilayah kelurahan tersebut.

Seorang warga yang tidak sengaja melewati kolam air peninggalan perusahaan perkayuan PT Balikpapan Forest Industries (BFI) itu bertepatan pada Iduladha 1446 Hijriah atau Jumat, 6 Juni 2025 lalu.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim kemudian mengirimkan alat jebakan buaya yang terbuat dari besi dan telah dipasang Kamis (12/6) siang, dan berhasil menjebak satu buaya sekira pukul 22.00 Wita pada hari yang sama.

Selanjutnya, buaya yang berhasil ditangkap kemudian dievakuasi dan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU dikirim ke Pusat Penangkaran Buaya Teritip di Kota Balikpapan, Jumat (13/6).

Selanjutnya, jebakan dikembalikan ke tempat semula dan diisi dengan umpan beberapa bangkai ayam. Namun, dua buaya yang tersisa tidak mau mendekati perangkap tersebut, hingga kini.

Kondisi ini menyebabkan keresahan di kalangan warga karena kolam tersebut juga menjadi salah satu sumber air yang didistribusikan kepada masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kelurahan Gersik berinisiatif mengadakan musyawarah untuk mencari solusi terbaik, Kamis (3/7).

Undangan resmi telah disebar oleh Lurah Gersik, Ommar Mildat, tertanggal 30 Juni 2025 di  Gedung PSHT,  RT. 05, Kelurahan Gersik.

Berbagai pihak diundang dalam pertemuan penting ini untuk mencari jalan keluar atas dugaan keberadaan reptil berbahaya tersebut.

Daftar tamu undangan meliputi BKSDA Wilayah III Balikpapan, BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan PPU, Kelurahan Jenebora, Babinsa Kelurahan Gersik, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gersik, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Gersik, Karang Taruna Kelurahan Gersik. Selain itu, Ketua RT yang terdampak, yaitu RT 04, RT 05, RT 11, RT 12, dan RT 06 Jenebora, serta perwakilan warga terdampak yang memanfaatkan fasilitas distribusi kolam air RT 04 juga diundang.

Ketua RT 04 Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Abdul Rasyid, mengungkapkan sudah ada rapat internal yang melibatkan tim teknis.

Hasilnya, ada rencana untuk menguras kolam, namun langkah tersebut akan dilakukan setelah menunggu umpan yang dipasang melalui perangkat jebakan buaya selama seminggu ke depan.

“Kalau umpan tidak dimakan dan buaya tidak terjebak baru dilanjutkan rencana menguras kolam,” kata Abdul Rasyid, Jumat (4/7).

Sementara itu, Lurah Gersik, Kecamatan Penajam, PPU, Ommar Mildar berharap, dengan adanya musyawarah ini, semua pihak dapat hadir dan bersama-sama mengetahui langkah-langkah yang akan diambil sembari meningkatkan kewaspadaan atau tidak mendekati kolam air untuk sementara waktu ini.

“Sampai kolam dinyatakan benar-benar aman dari gangguan hewan predator,” kata Ommar Mildat.

Editor : Hernawati
#Jebakan #predator #buaya #kolam #bksda