KALTIMPOST.ID, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) PPU juga turut serta dalam gerakan nasional pembagian paket lebaran anak yatim dan penyandang disabilitas.
Berkolaborasi dengan program serupa di seluruh Indonesia, Kemenag PPU menebarkan semangat berbagi dan kebersamaan dalam menyambut bulan Muharam.
Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag PPU dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial di tingkat lokal, sekaligus berkontribusi pada gerakan nasional yang lebih besar.
Pembagian santunan tidak sekadar uang tunai. Lebih dari itu, kegiatan bertujuan untuk memberikan semangat dukungan moral bagi anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten PPU.
Harapannya, santunan dapat meringankan beban ekonomi dan memberikan kebahagiaan serta berupaya menjamin santunan tersebut sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Momen saling membantu bukan hanya pada saat agenda besar yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, namun setiap waktu dan berkesinambungan terus menerus.
Partisipasi Kemenag PPU dalam gerakan nasional juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya gerakan serentak ini, dampak positif yang diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.
Kegiatan ini dihadiri Sekertaris Kabupaten (Sekkab) PPU, H Tohar, kepala Kantor Kemenag PPU, ketua Baznas PPU, ketua MUI PPU, Pengawas Madrasah PPU, kepala Madrasah Negeri se-PPU serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag PPU, anak yatim dan difabel yang bertempat di Aula Kantor Kemenag PPU, Jumat (4/7).
Sekkab PPU, Tohar menyampaikan, ASN pilar penting dalam peningkatan zakat, dukungan dan peran ASN dalam menunaikan zakat profesinya sangat membantu memberikan kontribusi serta dapat mendorong peningkatan penghimpunan zakat di PPU.
Ditekankannya, keteladanan ASN yang konsisten akan menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta, memahami dan menjalankan kewajibannya diharapkan akan tercipta efek berganda, yaitu peningkatan kesadaran berzakat di kalangan masyarakat yang mampu.
Hal ini akan memperkuat pengelolaan zakat dan mengoptimalkan fungsinya dalam membantu mustahik (yang berhak menerima zakat).
“Keberhasilan program juga bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen terkait. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga dan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat PPU yang lebih adil dan sejahtera,” kata Tohar.
Editor : Hernawati