KALTIMPOST.ID, Organisasi masyarakat penggemar musisi legendaris Iwan Fals, Orang Indonesia (OI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah selesai menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV tahun 2025 di Aula Gedung Balai Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian PPU di Petung, PPU, Sabtu (26/7).
Andi Trasodiharto yang sehari-harinya adalah kepala Dinas Pertanian PPU terpilih secara aklamasi untuk memimpin Badan Pengurus Kabupaten (BPK) OI PPU periode 2025-2029.
“Program ke depan OI PPU senantiasa bersinergi bersama pemerintah. OI sebagai organisasi masyarakat yang bersifat sosial kemasyarakatan yang bernafaskan SOPAN yaitu Seni. Olahraga, Pendidikan, Akhlak, dan Niaga,” kata Ketua BPK OI PPU, Andi Trasodiharto, Minggu (27/7).
Ia melanjutkan, kegiatan yang sudah berjalan saat ini adalah warga OI selalu rutin melakukan donor darah bekerja sama dgn Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU.
Selain itu, warga OI PPU melakukan rutin tahunan tanam siram untuk kehidupan lingkungan, menghibur masyarakat dengan lagu-lagu bernuansa Iwan Fals, berbagi takjil rutin di setiap bulan suci Ramadan, dan peningkatan sumber daya manusia melalui wawasan kebangsaan.
“Program-program yang sebelumnya sudah berjalan ini akan kami lanjutkan, dan tingkatkan,” kata Andi Trasodiharto.
“Tujuannya agar OI semakin bisa turut menjadi warna bagi pembangunan di daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BPK OI PPU, Amin Margo Santoso periode sebelumnya menyambut gembira karena Andi Trasodiharto yang dipilih menggantikan posisinya disebutnya telah menjadi bagian OI PPU, dan berperan positif terhadap organisasi.
“Kami optimistis di bawah kepemimpinan Pak Andi Trasodiharto OI PPU bisa semakin baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Muskab IV OI PPU 2025 ini diikuti peserta BP Kelompok Bongkar, BP Kelompok Mata Dewa, Orang Pinggiran, Perwakilan BPK OI Balikpapan, BPK OI Kukar, BPK OI Samarinda.
Pengurus baru BPK OI PPU adalah Ketua Andi Trasodiharto, Sekretaris Ahmad Nasir, Bendahara Tuti Purwaningsih.
Kepengurusan ini dilengkapi Divisi Seni, Poniman, Divisi Olah Raga, Ahmad Ridwan, Divisi Pendidikan, Martinus Divisi Agama, Dzulfikri Hadi Wijaya, Divisi Niaga, Ordewaty, Humas, Bagus.
Diwartakan sebelumnya, Ketua BPK OI PPU, Amin Margo Santoso, kepada Kaltim Post, Jumat (25/7), menyampaikan bahwa muskab kali ini merupakan yang keempat kalinya sejak BPK OI terbentuk di PPU.
“Ini muskab yang keempat sejak BPK OI terbentuk di PPU,” kata Amin Margo Santoso.
Salah satu agenda utama Muskab IV adalah pemilihan ketua BPK OI PPU periode 2025-2029.
Menariknya, hingga saat ini, nama-nama kandidat potensial untuk memimpin organisasi lima tahun ke depan masih menjadi misteri.
“Biasanya nama-nama potensial untuk maju pada pemilihan ketua baru bisa diketahui pada hari H muskab,” tambahnya.
Amin Margo Santoso sendiri telah memastikan tidak akan mencalonkan diri kembali.
Keputusan ini didasari oleh aturan internal organisasi yang membatasi masa jabatan ketua.
“Karena saya sudah menjadi ketua BPK OI PPU dua periode. Sesuai aturan internal, AD/ART, tidak boleh lagi maju untuk kali ketiga,” jelasnya.
Dia menunjukkan komitmen terhadap regenerasi kepemimpinan di tubuh OI PPU.
Meskipun berganti kepemimpinan, semangat dan dedikasi OI PPU dalam berkontribusi bagi masyarakat tetap membara.
Amin Margo Santoso mengungkapkan bahwa animo masyarakat untuk bergabung dengan OI di PPU terbilang tinggi.
Terbukti, hingga kini 102 anggota tercatat aktif, tersebar di empat kecamatan: Penajam, Sepaku, Babulu, dan Waru.
Organisasi yang lahir dari inspirasi pemikiran Iwan Fals ini berfokus pada SOPAN, sebuah akronim yang mewakili Seni, Olahraga, Pendidikan, Agama, dan Niaga.
Namun, lebih dari sekadar program, OI PPU dikenal luas atas kiprah sosialnya di tengah masyarakat.
“Kalau di masyarakat lebih ke sosial, seperti galang dana kemanusiaan, menanam penghijauan, peduli sampah, donor darah, dan lain-lain,” ungkap Amin.
Kegiatan-kegiatan ini merefleksikan kepedulian nyata OI PPU terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan, serta komitmen mereka untuk memberikan dampak positif secara langsung.
Diharapkannya, Muskab IV ini tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat fondasi organisasi dan merumuskan strategi program kerja yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat PPU di masa mendatang.
Dengan semangat kekeluargaan dan dedikasi yang tinggi, BPK OI PPU diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam aksi sosial dan inspirasi bagi generasi muda.
Editor : Hernawati