KALTIMPOST.ID, Perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan pergerakan yang variatif pada pemantauan minggu keempat Juli 2025.
Data yang dihimpun oleh Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) PPU pada tanggal 25 Juli 2025 menunjukkan adanya kenaikan, penurunan, dan stabilitas harga di pasar lokal.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, fluktuasi harga ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang terus dipantau oleh pihaknya.
“Kami terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga-harga komoditas strategis untuk memastikan stabilitas pasokan dan keterjangkauan bagi masyarakat,” kata Mulyono, Minggu (27/7).
Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga signifikan. Cabai merah besar melonjak 17,28 persen menjadi Rp 63.333 per kilogram, disusul cabai merah keriting yang naik 9,09 persen menjadi Rp 60.000 per kilogram, dan cabai rawit nerah naik 8,51 persen menjadi Rp 85.000 per kilogram.
Baca Juga: Penertiban Pekat di PPU, Satpol PP Tak Gentar meski Kerap Diancam
Kenaikan tipis juga terjadi pada beras premium 0,57 persen menjadi Rp 17.600 dan beras medium 0,51 persen menjadi Rp 16.500, serta telur ayam ras 0,56 persen menjadi Rp 30.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan 2,27 persen menjadi Rp 22.500.
Di sisi lain, beberapa harga komoditas menunjukkan penurunan yang cukup menggembirakan.
Bawang merah turun 7,69 persen menjadi Rp 50.000 per kilogram, bawang putih bonggol turun 4,00 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Penurunan juga terlihat pada ikan bandeng (6,99 persen menjadi Rp 26.600 per kilogram), daging ayam ras (1,79 persen menjadi Rp 36.500 per kilogram), gula konsumsi (0,44 persen menjadi Rp 18.750 per kilogram), Minyakita (1,82 persen menjadi Rp 18.000 per liter), tepung terigu curah (1,73 persen menjadi Rp 9.500 per kilogram), dan ikan kembung (1,72 persen menjadi Rp 47.500 per kilogram).
Baca Juga: Kalender Agustus 2025 Berdasarkan SKB 3 Menteri: Libur Cuma Sekali, tapi Banjir Hari Penting
Sementara itu, sejumlah komoditas vital lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga. Komoditas tersebut meliputi kedelai biji kering impor (Rp 10.840 per kilogram,), beras SPHP (Rp 13.000 per kilogram), jagung tingkat peternak (Rp 6.560 per kilogram), daging sapi murni (Rp 150.000 per kilogram), ikan tongkol (Rp 38.333 per kilogram), dan garam konsumsi (Rp 10.000 per kilogram).
Kepala Disketapang PPU, Mulyono menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memantau pergerakan harga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang wajar. ***
Editor : Dwi Puspitarini