Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Transformasi NU Penajam, Diingatkan untuk Lebih Profesional

Ari Arief • Senin, 4 Agustus 2025 | 17:17 WIB

NAHDLIYIN: Pengurus MWC NU Penajam, PPU mendapatkan pembekalan untuk pengelolaan kelembagaan yang lebih profesional.
NAHDLIYIN: Pengurus MWC NU Penajam, PPU mendapatkan pembekalan untuk pengelolaan kelembagaan yang lebih profesional.
KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyelenggarakan kegiatan pembekalan.

Acara yang berlangsung di Aula RT 04, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU, dihadiri oleh pengurus, anggota Nahdliyin dan Nahdliyat, serta perwakilan Fatayat dan Muslimat. Keamanan acara dikawal ketat oleh Satuan Banser yang dipimpin oleh Komandan Jaini.

Dua narasumber utama mengisi acara tersebut, yaitu Ketua MWC NU Kecamatan Penajam, Ustaz Dedi Arifin, dan Rois Syuriah Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten PPU, KH. Rofiqul Ikhwan. Dalam materinya, Ustaz Dedi Arifin menyampaikan harapannya agar NU di PPU dapat memberikan kontribusi positif.

“Kita ingin NU di Kecamatan Penajam ini bisa berkibar, dapat mewarnai nilai-nilai kebaikan,” kata Ustaz Dedi Arifin yang juga ketua pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas PPU itu.

Ia juga mengapresiasi komunikasi yang terjalin baik di antara pengurus dari berbagai wilayah, seperti Sotek, Giripurwa, Girimukti, dan Lawelawe. Selain itu, Ustaz Dedi Arifin juga menekankan pentingnya peran aktif pengurus dalam menjalankan program MWC NU Penajam.

Sementara itu, Rois Syuriah PC NU PPU, KH. Rofiqul Ikhwan mengajak seluruh pengurus untuk menata ulang pengelolaan NU agar lebih profesional. Menurutnya, meskipun NU di Paser dan PPU telah berdiri selama kurang lebih 50 tahun, pengelolaannya masih bersifat tradisional.

Ia menegaskan, dengan adanya kantor sekretariat baru di Tunan RT 12, Kecamatan Penajam, PPU, sudah saatnya NU dikelola secara lebih modern agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.

KH Rofiqul Ikhwan menambahkan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi. “Kita harus memiliki satu kesadaran bagaimana mengelola NU ke depan pasca kita punya kantor sendiri,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya penertiban administrasi, mulai dari keuangan hingga jadwal program, agar tidak ada lagi pengurus yang merasa kecewa atau kehilangan makna. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#nahdlatul ulama #pembekalan #nu #penajam