KALTIMPOST.ID PENAJAM – Dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Kemerdekaan RI dan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan, Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar gerakan pangan murah pada Sabtu (9/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di di jalur dua costalroad Gerbang Madani, Jalan Propinsi Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten PPU dan Perum Bulog Kaltim.
Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan antusias. Dalam operasi pasar tersebut, Bulog Kaltim menyediakan beras medium program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dalam kemasan 5 kilogram dengan harga terjangkau. Sebanyak 300 sak beras, atau total 1.500 kilogram, habis terjual dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan serta kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan harga beras yang ditawarkan.
Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. “Selain untuk memeriahkan HUT Ke-80 RI, gerakan pangan murah ini juga bentuk komitmen kami bersama pemerintah daerah dan Bulog dalam membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam hal kebutuhan pokok,” ujarnya.
Perwakilan Perum Bulog Kaltim turut menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang terjalin. Ia menjelaskan bahwa sinergi ini tidak hanya menyalurkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di wilayah PPU. Saat ini, stok beras di Gudang Bulog tersedia sebanyak 1.524 ton dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, juga hadir dalam kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Dengan semangat kemerdekaan, gerakan pangan murah mencerminkan semangat gotong-royong dan kepedulian bersama untuk kesejahteraan warga.
“Di tengah-tengah ekonomi yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, gerakan pangan murah ini tentu saja sangat membantu kami, warga yang secara ekonomi pas-pasan saja,” kata seorang ibu sembari berlalu.
Pernyataan ini mendapatkan dukungan yang sama dari warga lainnya yang juga datang ke acara tersebut untuk membeli beras. “Kalaupun bukan Polres yang menyelenggarakan mungkin bisa dinas lain. Yang jelas, kegiatan gerakan pangan murah ini diperlukan oleh masyarakat, terlebih masyarakat yang ekonominya sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi