PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kesehatan (Diskes) akan meluncurkan program pengaktifan posyandu pada Selasa (19/8) di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam. Setelah itu, Diskes PPU akan fokus pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para pelajar.
Kepala Diskes PPU, Jansje Grace Makisurat dihubungi Senin (18/8) menyatakan, bahwa gerakan ini memiliki target jangka menengah dan panjang. Dalam jangka menengah, seluruh posyandu di Kabupaten PPU diharapkan dapat aktif minimal sekali setiap bulan dengan cakupan kunjungan di atas 85 persen dari sasaran.
“Untuk jangka panjang, program ini bertujuan menurunkan angka stunting secara signifikan, meningkatkan deteksi dini penyakit, dan membiasakan masyarakat untuk memanfaatkan posyandu sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Jansje Grace Makisurat.
Dikatakannya, Diskes PPU memiliki strategi untuk memperkuat posyandu melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Saat ini, terdapat 287 posyandu yang tersebar di 54 desa/kelurahan di Kabupaten PPU. Melalui konsep ILP, setiap posyandu diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang lengkap. Layanan tersebut mencakup kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, skrining penyakit tidak menular, serta konseling kesehatan untuk semua siklus hidup.
Dinas Kesehatan juga telah melatih 739 kader posyandu dari total 1.650 kader yang ada. Selain itu, Dinas Kesehatan membentuk tim pendamping di puskesmas dan mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung kegiatan ini.
“Dengan strategi ini, posyandu akan menjadi titik temu bagi semua program kesehatan, sehingga masyarakat hanya perlu datang satu kali untuk mendapatkan layanan yang komprehensif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati PPU, Mudyat Noor, berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan dapat membangun kebiasaan baru di masyarakat. Bupati juga ingin posyandu menjadi tempat yang ramah, terbuka, dan dinantikan kehadirannya setiap bulan.
Menurutnya, posyandu yang aktif akan memberikan banyak manfaat, seperti menurunkan angka stunting, mencegah penyakit tidak menular, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gerakan ini juga bertujuan untuk mengingatkan semua pihak bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan posyandu yang berjalan baik, derajat kesehatan warga dapat ditingkatkan dan masalah kesehatan bisa dicegah sejak dini. Bupati juga berpesan agar masyarakat PPU memanfaatkan posyandu untuk mengetahui status kesehatan mereka sejak dini.
“Hal ini dikarenakan posyandu saat ini telah terintegrasi dengan layanan primer dan melayani satu siklus hidup, mulai dari pelayanan ibu hamil hingga usia lanjut,” kata Bupati Mudyat Noor dalam kesempatan terpisah. (*)
Editor : Sukri Sikki