KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Polres Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan komitmen untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat lewat Posyandu.
Hal ini terlihat saat Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU menghadiri kegiatan Gerakan Aktifkan Posyandu di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, PPU, Selasa (19/8).
Kehadiran jajaran Polres PPU tidak hanya sebatas simbol, tetapi juga bagian dari upaya Polri untuk memastikan program kesehatan masyarakat berjalan optimal.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kasi Humas Polres PPU, Aipda Syafruddin, menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan agar posyandu benar-benar menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Posyandu merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat, terutama untuk ibu hamil dan balita. Polres PPU siap hadir dan mendukung agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” kata Aipda Syafruddin.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam gerakan ini sejalan dengan program nasional untuk mewujudkan generasi sehat dan kuat. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dipisahkan dari pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan Gerakan Aktifkan Posyandu di Desa Sidorejo berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Masyarakat terlihat antusias mengikuti berbagai layanan kesehatan yang disediakan, mulai dari pemeriksaan ibu dan anak, pemberian vitamin, imunisasi, hingga edukasi pola hidup sehat.
Bupati PPU, H. Mudyat Noor yang turut hadir bersama Forkopimda PPU menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polres PPU atas kepedulian dan dukungan nyata dalam program pemerintah.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan gerakan ini. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Polres PPU,” katanya.
Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan posyandu di Kabupaten PPU terus berjalan berkesinambungan, bukan hanya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memperkuat kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan, meluncurkan program pengaktifan posyandu pada Selasa (19/8) di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam, PPU.
Setelah itu, Diskes PPU akan fokus pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para pelajar. Kepala Diskes PPU, Jansje Grace Makisurat dihubungi Senin (18/8) menyatakan, bahwa gerakan ini memiliki target jangka menengah dan panjang.
Dalam jangka menengah, seluruh posyandu di Kabupaten PPU diharapkan dapat aktif minimal sekali setiap bulan dengan cakupan kunjungan di atas 85 persen dari sasaran.
“Untuk jangka panjang, program ini bertujuan menurunkan angka stunting atau tengkes secara signifikan, meningkatkan deteksi dini penyakit, dan membiasakan masyarakat untuk memanfaatkan posyandu sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Kepala Diskes PPU, Jansje Grace Makisurat.
Dikatakannya, Diskes PPU memiliki strategi untuk memperkuat posyandu melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Saat ini, terdapat 287 posyandu yang tersebar di 54 desa/kelurahan di Kabupaten PPU.
Melalui konsep ILP, setiap posyandu diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang lengkap. Layanan tersebut mencakup kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, skrining penyakit tidak menular, serta konseling kesehatan untuk semua siklus hidup.
“Dinas Kesehatan juga telah melatih 739 kader posyandu dari total 1.650 kader yang ada. Selain itu, Dinas Kesehatan membentuk tim pendamping di puskesmas dan mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung kegiatan ini. Dengan strategi ini, posyandu akan menjadi titik temu bagi semua program kesehatan, sehingga masyarakat hanya perlu datang satu kali untuk mendapatkan layanan yang komprehensif,” ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo