KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggulirkan beasiswa dengan total nilai mencapai Rp 7,9 miliar yang diluncurkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 2025.
Program beasiswa tersebut menyasar 1.453 putra-putri terbaik daerah dari berbagai jenjang pendidikan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama di tengah momentum bersejarah ini. Salah satunya lewat beasiswa.
Ia menegaskan bahwa Pemkab menghadirkan dua bentuk investasi sekaligus, yakni beasiswa langsung senilai Rp 7,9 miliar dan peluncuran program kerjasama strategis dengan tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia.
“Di usia ke-80 kemerdekaan RI, kami menghadirkan dua bentuk investasi SDM sekaligus beasiswa langsung dan kerjasama strategis dengan perguruan tinggi. Sinergi ini merupakan ikhtiar konkret menyiapkan generasi PPU yang kompetitif, berkarakter, dan siap memimpin transformasi daerah dalam peta Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati.
Kerjasama pendidikan ini melibatkan institusi seperti STT Migas Balikpapan untuk penguatan sektor energi, Politeknik Pelayaran Balikpapan untuk vokasi kemaritiman dan logistik, serta Universitas Balikpapan dan Universitas Gadjah Mada untuk studi berbasis STEM dan vokasional.
Tak hanya itu, Universitas Nadhlatul Ulama digandeng untuk bidang pendidikan PAUD, Bali International Management dalam pengembangan kewirausahaan dan digitalisasi, serta Universitas Gunadarma yang dilibatkan secara khusus untuk memperkuat daya tarik anak-anak PPU terhadap pendidikan tinggi melalui pemberdayaan kampus lokal.
Program beasiswa ini terbagi ke dalam beberapa kategori, termasuk beasiswa prestasi untuk mahasiswa diploma, sarjana reguler, tugas akhir, santri pesantren, hingga mahasiswa kedokteran dan co-assistant.
Di bidang keagamaan, beasiswa juga diberikan kepada para penghafal Al-Qur’an dan seniman kaligrafi. Tak kalah penting, Pemkab juga mengalokasikan bantuan pendidikan bagi para ASN dan non-ASN yang sedang menempuh studi lanjutan, baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana.
Kategori khusus Nawasena turut menjadi sorotan penting dalam program ini, dengan memberikan beasiswa kepada ratusan masyarakat dari keluarga tidak mampu maupun mereka yang memiliki pertimbangan khusus.
Alokasi beasiswa ini disesuaikan dengan kebutuhan biaya kuliah (UKT), memastikan tidak ada hambatan ekonomi bagi warga PPU yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Secara strategis, program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasional akan SDM di bidang-bidang kritis. Salah satunya, dengan memberikan dukungan khusus bagi mahasiswa kedokteran melalui beasiswa hingga Rp 20 juta per orang.
Skema bantuan tugas akhir senilai Rp 5 juta per penerima juga digulirkan untuk mendorong percepatan kelulusan para mahasiswa lokal. Program ini juga menjangkau kelompok disabilitas yang turut mendapat dukungan dana studi.
Sinergi antara Pemkab dan lembaga pendidikan vokasi seperti Politeknik Pelayaran dan STT Migas menjadi langkah konkret dalam mencetak SDM yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri.
Tak hanya itu, Mudyat menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya berhenti pada pemberian beasiswa, namun juga mencakup mekanisme pendampingan karir pascastudi, sebagai bagian dari upaya menyeluruh membangun ekosistem SDM berkelanjutan di PPU.
“Program beasiswa dan kerjasama ini hanyalah awal. Pada 2026, kami akan memperluas kolaborasi dengan lebih banyak institusi pendidikan dan industri,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah daerah dalam membangun masa depan PPU yang berkeadilan, kompetitif, dan berdaya saing.
Melalui inisiatif ini, Pemkab PPU ingin memastikan bahwa seluruh warga memiliki akses pendidikan yang merata tanpa terbentur kendala ekonomi. Langkah ini juga bertujuan membangun ekosistem SDM terintegrasi dari pendidikan hingga dunia kerja.
Mencetak generasi pemimpin yang berpijak pada nilai lokal namun berpandangan global, serta menjadi model pembangunan SDM berbasis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
“Seluruh penerima beasiswa adalah duta PPU untuk Indonesia Emas 2045. Mari buktikan bahwa dari tanah Penajam Paser Utara, lahir pemimpin-pemimpin yang membawa kejayaan bangsa,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo