Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harapan Baru untuk Mutiara, Baznas PPU dan RSUD RAPB Kompak Bantu Bocah 7 Tahun

Ari Arief • Selasa, 2 September 2025 | 14:08 WIB

SAMBANGI: Pengurus Baznas PPU saat menyambangi sekretariat Panti Asuhan Raudhatul Jannah tempat Mutiara, bocah tanpa anus, ditampung. (IST)
SAMBANGI: Pengurus Baznas PPU saat menyambangi sekretariat Panti Asuhan Raudhatul Jannah tempat Mutiara, bocah tanpa anus, ditampung. (IST)

KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Pengurus Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Penajam Paser Utara (PPU) telah mengunjungi Mutiara, bocah perempuan berusia 7 tahun yang sejak bayi tidak memiliki lubang anus, di tempat penampungannya Yayasan Al Kautsar/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Raudhatul Jannah di Perum Perusda Km 9, RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU.

Humas dan Promosi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU, Nurdin, mengatakan itu, Selasa (2/9) sebagai bagian tindak lanjut kedatangan pihaknya ke panti asuhan yang sama, untuk kepentingan segera membawa bocah ini menjalani operasi komprehensif.

“Alhamdulillah, pengurus Baznas PPU sudah menyambangi yayasan untuk mengetahui dari dekat kondisi yayasan, utamanya, fokus pada kesehatannya Mutiara,” kata Nurdin. Dijelaskannya, ia yang menghubungi Baznas PPU untuk berpartisipasi pembiayaan selama anak ini menjalani perawatan di RSUD RAPB PPU maupun untuk selanjutnya direncanakan dirujuk untuk menjalani operasi di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Kota Balikpapan.

Baca Juga: Secercah Harapan untuk Mutiara, Senyum Anak 7 Tahun yang Menanti Operasi

“Saat ini, yang diperlukan adalah dukungan biaya sehari-hari, karena, saya cek BPJS Kesehatan yang dimiliki Mutiara masih aktif,” kata Nurdin yang dikenal berjiwa sosial tinggi itu, di antaranya, melakukan sunatan massal yang dilakukannya sendiri dengan gratis yang jumlahnya mencapai ribuan anak di daerah ini. Nurdin menyampaikan rasa gembira karena Baznas PPU bersedia memberikan bantuan keuangan untuk bocah tersebut, untuk mendukung biaya kesehariannya saja.

“Dukungan biaya ini sangat berarti sekali. Selanjutnya, anak ini melalui petugas panti disuruh ambil rujukan di puskesmas untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di RSUD RAPB PPU, sebelum dirujuk ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah membaca berita tentang derita Mutiara, bocah berusia 7 tahun asal PPU yang terlahir tanpa lubang dubur membuat manajemen RSUD RAPB PPU bergerak. Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU, Nurdin, langsung mendatangi tempat gadis kecil ini diasuh di bawah naungan Yayasan Al Kautsar/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Raudhatul Jannah di Perum Perusda Km 9, RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU.

“Pak direktur kami memerintahkan kepada saya untuk menelusuri sejauhmana penanganan medis yang telah diterima oleh anak ini. Untuk selanjutnya nanti dijadikan dasar untuk upaya penanganannya lebih lanjut,” kata Nurdin saat mendatangi Kaltim Post, Kamis (28/8). Dikatakannya, ia telah mengumpulkan riwayat penanganan kesehatan Mutiara, dan selanjutnya anak tersebut segera dibawa ke RSUD RAPB PPU untuk ditangani dan dirujuk untuk dilakukan operasi anoplasti perineal.

Berdasarkan bahasa medis, operasi ini dilakukan untuk membuat lubang anus pada posisi yang tepat dan menyambungkannya dengan rektum. Prosedur ini dikenal juga dengan nama PSARP (Posterior Sagittal Anorectoplasty) atau Anorektoplasti Sagital Posterior. “Fasilitas BPJS Kesehatan yang bersangkutan masih aktif. Kami berencana merujuk anak ini untuk dilakukan operasi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Hanya, saat ini, yang masih dipikirkan adalah biaya transportasi, akomodasi, dan biaya-biaya lainnya yang tidak terduga selama anak menjalani perawatan,” tuturnya.

Hingga kini, kata dia, pihaknya sudah menghubungi Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) PPU untuk bisa memberikan bantuan berupa dana, dan pihak Baznas PPU telah menyanggupi. Terlebih, kata Nurdin, persoalan Mutiara ini menjadi atensi tersendiri dari Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. “Pak wabup secara khusus telah menghubungi direktur kami untuk penanganan lebih lanjut mengenai Mutiara ini,” katanya. (*)

 

Editor : Muhammad Rizki
#baznas #Penajam Paser Utara (PPU) #penajam