Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PDAM dan Pemkab PPU Dorong Aktifkan 21 Pamsimas untuk Layani 8.600 Sambungan Rumah

Ahmad Maki • Kamis, 11 September 2025 | 14:23 WIB

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid.

PENAJAM – Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama pemerintah daerah mendorong pengaktifan kembali program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang tersebar di 21 kelurahan dan desa.

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati PPU Mudyat Noor. “Kemarin kita sudah mengumpulkan seluruh kelurahan, desa, Bumdes, koperasi, LPM dan BPD. Ada sekitar 250 peserta di Hotel Kubika. Tujuannya untuk menyamakan persepsi mengenai pemanfaatan Pamsimas,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Dari 21 unit Pamsimas, saat ini hanya tiga yang masih aktif, yakni di Telemow, Semoi, dan Babulu Laut. Namun, fasilitas di Babulu Laut kondisinya sudah rusak parah. “Bupati menginginkan semua Pamsimas diaktifkan kembali. Minimal sampai akhir tahun ini ada empat atau lima yang beroperasi. Target 2026, seluruhnya harus aktif,” tegas Rasyid.

Baca Juga: Rekam Data KTP Kini Bisa di Luar Daerah, Cetak Tetap di Disdukcapil Induk

Ia menyebutkan, pengaktifan Pamsimas sangat penting karena PDAM tidak mampu menjangkau wilayah pelosok. Selama ini, masyarakat hanya bisa mengambil air langsung ke lokasi Pamsimas tanpa pengolahan dan tanpa jaringan distribusi. “Ke depan harapannya masyarakat bisa langsung mendapatkan air bersih melalui keran di rumah. Itu artinya harus ada jaringan pipa dan pengolahan air,” jelasnya.

Namun, biaya untuk menghidupkan kembali satu unit Pamsimas cukup besar, yakni sekitar Rp2 miliar untuk utilitas, pengolahan, hingga jaringan pipa. “PDAM tidak punya anggaran untuk itu. Jadi kami hanya mendampingi proses pengolahan dan supervisi penggunaan bahan kimia. Selebihnya akan dikolaborasikan melalui dana desa, Bumdes, atau bantuan dari PUPR,” kata Rasyid.

Menurutnya, kolaborasi lintas pihak sangat penting karena potensi dampaknya cukup besar. Jika 21 Pamsimas aktif, maka dapat terlayani sekitar 8.600 sambungan rumah. “Itu setara dengan tambahan 18 persen dari cakupan layanan PDAM yang saat ini baru mencapai 34 persen,” ungkapnya.

Rasyid menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan kembali mengundang lurah dan kepala desa untuk membahas detail skema pembiayaan. “Tanggal 15-16 ini kita bahas siapa bertanggung jawab. Intinya target Pak Bupati adalah memaksimalkan Pamsimas agar masyarakat bisa mendapatkan akses air bersih yang lebih merata,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Perumda AMDT PPU #Penajam Paser Utara (PPU)