PENAJAM– Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pondasi generasi muda dengan menerapkan pendidikan karakter di sekolah-sekolah.
Program tersebut, kata Mudyat, sudah diminta sejak awal dirinya menjabat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Tohar dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru.
“Sejak awal saya menjabat Bupati, saya sudah minta agar ada pelajaran tambahan baru yaitu pendidikan karakter. Program ini dimulai sebelum pelajaran pertama berlangsung,” ujar Mudyat Noor, Jumat (12/9/2025).
Ia menjelaskan, pendidikan karakter ini mencakup penanaman adab, pembelajaran fikih Quran, mengaji, serta pemahaman tentang perilaku yang membentuk mental anak. Menurutnya, hal tersebut penting karena anak merupakan pondasi masa depan daerah maupun bangsa.
“Kalau mendidik karakter anak baru dilakukan ketika sudah dewasa itu sulit. Maka harus dimulai sejak usia dini,” tegasnya. Mudyat Noor menyebut, PPU kemungkinan menjadi daerah pertama yang menerapkan satu jam khusus pendidikan karakter di awal kegiatan belajar mengajar. Dalam praktiknya, anak-anak akan diajarkan adab, baris-berbaris, hingga etika menyapa orang tua maupun guru.
“Kami wajibkan satu jam pertama untuk pendidikan karakter. Jadi anak-anak dilatih mentalnya agar kuat menghadapi tantangan global. Apalagi sekarang banyak pengaruh dari media sosial yang bisa memengaruhi mental mereka,” jelasnya.
Bupati berharap, penerapan pendidikan karakter ini mampu menyiapkan generasi muda PPU yang lebih tangguh, beradab, dan siap menghadapi arus informasi global. “Dengan pendidikan karakter sejak awal, anak-anak kita akan lebih siap menghadapi berbagai serbuan dari luar,” pungkas Mudyat Noor. (*)
Editor : Muhammad Rizki