KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan perubahan city branding dari Serambi Nusantara menjadi Gerbang Nusantara.
Bupati PPU, Mudyat Noor, didampingi Asisten I Setkab PPU, Nicko Herlambang, menyebutkan bahwa langkah ini akan dituangkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini sedang dimatangkan, menggantikan Perbup PPU Nomor 33 tahun 2025.
“Perbup baru itu lagi mau disiapkan, kita lagi coba matangkan. Mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat,” ujar Mudyat, Kamis (11/9/2025). Menurutnya, perubahan city branding ini sangat penting karena menyangkut arah pembangunan dan perjalanan PPU ke depan.
“Kita ingin membuat Penajam ini seperti apa. Bagaimana nanti kita dalam menjalankan visi dan misi kita juga. Mudah-mudahan dengan adanya Perbup baru ini bisa menambah semangat dan jiwa baru, khususnya di masyarakat Kabupaten PPU,” jelasnya.
Mudyat menekankan bahwa keputusan perubahan branding tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian dan pertimbangan matang.
“Ini persepsi kami, khususnya dari teman-teman setelah kajian, bahwa city branding baru ini lebih tepat dan lebih pas. Kita mengharapkan ada semangat baru yang muncul,” tambahnya.
Ia mencontohkan bahwa city branding memang bisa berubah seiring waktu, sebagaimana daerah lain yang menyesuaikan dengan perkembangan. “Sama seperti Jogjakarta, city branding terbarunya ‘Never Ending Asia.’ Jadi ini hal yang wajar,” kata Mudyat.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Serambi Nusantara sejauh ini belum ditetapkan melalui Perda, sehingga momentum rebranding menjadi peluang untuk memperkuat identitas daerah.
“Kita coba patenkan. Ya, refresh suasana baru lah. Lambangnya juga lebih keren. Otomatis nanti ada penyesuaian, dan saya pikir orang bisa memahami konsep ini,” ucapnya.
Mudyat menambahkan bahwa yang terpenting dari proses rebranding ini adalah makna mendalam serta relevansi dengan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Tujuannya untuk mengutamakan kolaborasi dan menyesuaikan dengan visi-misi kami. Jadi tidak perlu dipertentangkan,” tegasnya.
Lebih jauh, Mudyat Noor menyebutkan bahwa banyak kabupaten/kota di Kalimantan Timur justru tidak memiliki city branding. Karena itu, PPU berupaya meneguhkan identitasnya melalui Gerbang Nusantara. “Mudah-mudahan melalui city branding ini kita bisa menumbuhkan semangat baru,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo