KALTIMPOST.ID – Seiring meningkatnya intensitas hujan dan ancaman banjir di beberapa wilayah, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan peringatan serius mengenai bahaya penyakit Leptospirosis, atau yang dikenal dengan sebutan “penyakit kencing tikus”.
Kepala Dinas Kesehatan PPU, dr. Jansje Grace Makisurat, Jumat (17/10) menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat mengingat penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini mudah menular terutama saat lingkungan kotor dan tergenang air banjir.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat PPU untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah dan pasca-banjir,” kata dr. Grace, merujuk pada risiko penularan yang tinggi melalui air, tanah, atau lumpur yang telah terkontaminasi urin hewan terinfeksi, terutama tikus.
Menurut dr. Grace, Leptospirosis dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang lecet atau terluka, selaput lendir mata, hidung, atau mulut saat kontak dengan air kotor atau banjir. Gejala awalnya seringkali menyerupai flu biasa, sehingga kerap diabaikan.
“Gejala Leptospirosis mencakup demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot betis, mata merah, hingga kulit dan mata menjadi kuning (ikterik) pada stadium lanjut. Keterlambatan penanganan dapat berujung pada komplikasi fatal seperti gagal ginjal dan perdarahan,” jelasnya.
Untuk memutus rantai penularan, dr. Grace menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta beberapa langkah pencegahan spesifik.
Seperti, selalu gunakan sepatu bot dan sarung tangan saat membersihkan lingkungan atau harus berjalan melewati genangan air/banjir, segera cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan air kotor atau banjir.
Kemudian, jaga kebersihan lingkungan rumah dan lakukan pemberantasan sarang tikus (PST) secara berkala, dan simpan makanan dan minuman di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi oleh tikus.
“Waspadalah, bakteri ini sudah ada di sekitar kita. Pencegahan adalah kunci utama. Jangan ragu untuk segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala-gejala mencurigakan setelah terpapar banjir atau air kotor,” kata dr. Jansje Grace Makisurat, memastikan seluruh layanan kesehatan di PPU siap memberikan penanganan dini.
Peringatan ini dikeluarkan sebagai upaya dini Dinas Kesehatan PPU untuk melindungi kesehatan masyarakat dari Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular yang rentan terjadi selama musim penghujan. Masyarakat diimbau untuk proaktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan. (*)
Editor : Almasrifah