KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan untuk kembali meraih Piala Adipura tahun ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana, memastikan bahwa daerahnya tidak termasuk dalam kategori kota kotor yang kini menjadi salah satu penilaian baru dalam program Adipura.
“Soalnya ada kategori baru, yaitu kategori kota kotor. Kalau kota kotor kita pasti tidak masuk, karena daerah yang masuk kategori itu biasanya tidak melakukan perbaikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelas Safwana, Selasa (21/10/2025).
Ia menyebut, penilaian Adipura tahun ini mengalami sejumlah perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain menambah kategori kota kotor, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga memperketat indikator pengelolaan sampah dan persentase alokasi anggaran daerah untuk sektor lingkungan hidup.
“Sekarang ini salah satu syaratnya minimal 3 persen dari APBD harus dialokasikan untuk sektor lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah,” ujarnya.
Menurut Safwana, Kabupaten PPU saat ini masih berada pada kategori kota kecil dalam penilaian Adipura. Ia menegaskan bahwa sistem penilaian tidak bersifat kompetitif seperti perlombaan antar daerah, melainkan berbasis pemenuhan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Prinsipnya Adipura itu bukan bersaing untuk juara satu, dua, atau tiga. Kalau nilai kita memenuhi syarat, otomatis bisa dapat penghargaan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Safwana menjelaskan bahwa TPA Buluminung saat ini masih menerapkan sistem controlled landfill, di mana sampah ditimbun dan ditutup setiap tiga hingga empat hari. Sistem ini dinilai lebih baik dibandingkan metode open dumping yang membiarkan sampah menumpuk tanpa penutupan tanah penahan.
“Kalau yang dumping itu datang truk, buang, lalu dibiarkan begitu saja. Nah itu yang ditegur oleh Menteri Lingkungan Hidup. Kita di PPU tidak begitu, kita masih kontrol setiap beberapa hari,” terangnya.
Safwana menambahkan, pihaknya terus melakukan pembenahan di lapangan, termasuk memindahkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dari jalur utama ke lokasi yang lebih tertata di dalam gang. Langkah ini dilakukan agar kebersihan jalan protokol tetap terjaga dan mendukung penilaian Adipura.
“Kita terus perbaiki, termasuk penataan TPS supaya tidak di jalan utama lagi. Sekarang sebagian besar sudah masuk ke dalam,” ujarnya.
Dengan upaya tersebut, DLH PPU optimistis dapat mempertahankan kebersihan kota dan kembali meraih penghargaan Adipura tahun ini. “Kita targetnya Adipura piala saja dulu. Kalau Adipura Kencana kan harus tiga kali berturut-turut. Kita fokus dulu memperbaiki indikator yang ada,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo